Formasi Lama Turnstile dengan Brady Ebert (Foto: Instagram @turnstilehq)
Formasi Lama Turnstile dengan Brady Ebert (Foto: Instagram @turnstilehq)

Band Turnstile Angkat Bicara setelah Ayah Vokalis Nyaris Dibunuh Mantan Gitaris

Basuki Rachmat • 03 April 2026 11:19
Ringkasnya gini..
  • Brady Ebert ditahan atas dugaan percobaan pembunuhan di Maryland.
  • Ia diduga menabrak ayah Brendan Yates hingga luka serius, kini korban telah operasi.
  • Turnstile ungkap riwayat perilaku berbahaya Ebert sejak dikeluarkan 2022.
Jakarta: Kabar mengejutkan datang dari skena musik hardcore. Mantan gitaris band Turnstile, Brady Ebert, dikabarkan ditahan pihak kepolisian atas dugaan kasus percobaan pembunuhan. Ia diamankan pada Selasa, 31 Maret 2026, dan langsung menghadapi dakwaan serius berupa percobaan pembunuhan tingkat dua serta penyerangan tingkat pertama.
 
Melansir laporan Stereogum pada Kamis, 2 April 2026, Ebert diduga dengan sengaja menabrak William Yates (79), ayah dari vokalis Turnstile, Brendan Yates, menggunakan mobil pribadinya di kawasan Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat, pada 29 Maret 2026.
 
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi kejadian menemukan korban dalam kondisi mengalami trauma serius pada bagian ekstremitas bawah. Keluarga Brendan Yates juga mengungkap bahwa sebelum insiden tersebut, Ebert diduga telah melakukan sejumlah upaya penyerangan.

Saat ini, Brady Ebert telah menjalani sidang perdananya pada Rabu, 1 April 2026, dan masih ditahan tanpa jaminan.
   

Turnstile Angkat Suara

Menanggapi tragedi yang menimpa keluarga sang vokalis, Turnstile akhirnya angkat suara dengan merilis pernyataan resmi yang mengungkap sisi gelap di balik hengkangnya sang gitaris pada 2022 silam.
 
​Pihak band menjelaskan bahwa keputusan mendepak Ebert saat itu diambil sebagai respons atas pola perilaku berbahaya yang konsisten dan berdampak buruk bagi band maupun komunitas musik hardcore.
 
"Turnstile memutuskan hubungan dengan Brady Ebert pada tahun 2022 sebagai respons atas pola perilaku berbahaya yang konsisten dan berdampak buruk pada dirinya sendiri, band, maupun komunitas. Setelah mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk mendukung akses bantuan dan pemulihannya, batasan tegas akhirnya harus ditetapkan ketika komunikasi yang sehat tidak lagi memungkinkan dan dia mulai melontarkan ancaman kekerasan," ungkap Turnstile dalam pernyataan resmi mereka yang dikutip dari Stereogum pada Jumat, 3 April 2026.
 
Selama bertahun-tahun, Turnstile memilih untuk bungkam dan melindungi privasi terkait situasi kepergian Ebert, meskipun sang mantan gitaris terus melontarkan narasi tak berdasar di ruang publik ataupun media sosial.
 
"Di tahun-tahun setelahnya, ocehan tak berdasarnya terus berlanjut di ruang publik. Kami tidak pernah menanggapinya. Kami memilih untuk melindungi privasi dan situasi seputar kepergiannya, bahkan ketika dia tidak melakukan apa pun yang pantas mendapatkan perlindungan tersebut," lanjut pihak Turnstile.
 
​Sayangnya, diamnya pihak band justru direspons dengan ancaman kekerasan yang kian meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Puncaknya terjadi pekan lalu ketika Ebert mendatangi kediaman orang tua Brendan Yates dan melakukan upaya pembunuhan menggunakan mobil pribadinya.
 
"Selama beberapa bulan terakhir, ancamannya semakin meningkat. Minggu lalu, kekerasan tersebut berujung pada serangan fisik ketika Brady mendatangi rumah orang tua Brendan dan menggunakan kendaraannya untuk menabrak ayah Brendan, yang menyebabkan trauma fisik parah. 
 
Beruntung, William Yates dilaporkan selamat dan telah menjalani operasi dengan sukses. Pihak band kini fokus pada proses pemulihan dari ayah Brendan Yates dan secara tegas menutup pintu komunikasi sepenuhnya dengan Brady Ebert.
 
"Kami bersyukur Pak Yates selamat, telah menjalani operasi dengan sukses, dan kami berharap yang terbaik untuk proses pemulihannya. Kami sudah tidak punya kata-kata lagi untuk Brady," tutup Turnstile dengan tegas.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA