“Bentala” menandai fase eksplorasi baru Vague yang menggabungkan elemen indie rock, post-punk, hingga hardcore, dipadu dengan lirik yang bersifat introspektif. Band ini digawangi oleh Yudhistira Agato (gitar/vokal), Gary (bass/vokal), serta Achmad Raditya (drum).
Dalam pernyataannya, Yudhistira mengungkapkan keresahan personal yang menjadi dasar penulisan lagu ini.
“Ada tekanan ketika lo semakin berumur, untuk semakin sukses, mapan, semakin banyak pencapaian, untuk gak ketinggalan, dan kadang kita jadi lupa diri, lupa menjejak tanah. Susah memang tapi, dunia ini kadang rasanya seakan harus lo menginjak atau lo yang diinjak. Mungkin gue early midlife crisis kali ya? Bentala ini pergumulan gue soal itu,” jelas Yudhis.
Single ini juga memiliki arti khusus karena menjadi rekaman perdana Achmad Raditya bersama Vague sebagai drummer. Proses rekaman dilakukan pada Februari tahun lalu di Studio Kandang, di bawah arahan Haryo ‘Oyob’ Widi. Menariknya, rekaman ini turut menggunakan salah satu amplifier gitar milik mendiang Ricky Siahaan.
Gary pun menyebut lagu ini sebagai bentuk penghormatan.
“Lagu ini secara tidak langsung juga kami dedikasikan buat teman dan mentor kami, mas Ricky,” ujarnya.
“Bentala” sekaligus menandai kembalinya aktivitas Vague yang kini tengah mempersiapkan album penuh kedua mereka, sebelas tahun setelah debut album Footsteps. Lagu ini sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming seperti Bandcamp, Apple Music, YouTube Music, dan Amazon Music, meski pengumuman resminya dijadwalkan pada Jumat (10/4) pukul 19.00 WIB.
Secara teknis, musik “Bentala” dikerjakan oleh Vague dengan lirik ditulis oleh Yudhistira Agato. Proses rekaman, mixing, dan mastering ditangani oleh Haryo Widi di Studio Kandang, sementara artwork single digarap oleh Nekrobonbon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News