Keresahan tersebut disampaikan langsung oleh Rhoma Irama melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, pelantun lagu “Darah Muda” itu mengingatkan para penggemarnya, FORSA (Fans of Rhoma Irama dan Soneta Group), untuk lebih waspada terhadap maraknya lagu-lagu palsu yang beredar mengatasnamakan dirinya.
"Kepada penikmat lagu-lagu dangdut khususnya Forsa, saya ingin mengingatkan bahwa selama ini ada teknologi AI yang membuat lagu-lagu atas nama saya," ungkap Rhoma Irama.
Dalam penjelasannya, musisi berusia 79 tahun itu mengungkap bahwa oknum tersebut tidak hanya meniru suara vokalnya secara identik, tetapi juga menggunakan nama Soneta Group serta visual dirinya untuk mengelabui publik.
Ia kemudian memaparkan bahwa pihaknya telah mendeteksi setidaknya tiga lagu yang diduga merupakan hasil manipulasi AI dan kini telah tersebar di berbagai platform digital.
"Nah, jadi vokalnya vokal Rhoma, yang main Soneta. Yang terdeteksi baru tiga lagu nih: ada 'Untukmu April', kemudian ada lagi 'Ramadan Bukan Untuk Gaya', yang ketiga 'Hati-Hati Kecelek'," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh lagu tersebut bukan bagian dari karya resminya maupun hasil produksi Soneta Group.
"Ini sama sekali bukan lagu Rhoma dan bukan aransemen Rhoma, tapi mereka bikin, nah lihat," tegasnya.
Menutup pernyataannya, Rhoma Irama mengimbau pihak yang terlibat untuk segera menghentikan tindakan tersebut karena dinilai merugikan dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
"Kepada pengguna ini ya, Masyaallah, coba hentikan ini. Sesuatu yang tidak baik dan akan berakibat tidak baik kepada Anda. Oke? Terima kasih atas perhatiannya," tutup Rhoma Irama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News