Komunitas Earhouse Songwriting Club
Komunitas Earhouse Songwriting Club

Earhouse Songwriting Club Rayakan 12 Tahun, Luncurkan Website Gratis untuk Bantu Siapa Saja Menulis Lagu

Agustinus Shindu Alpito • 30 Juli 2026 15:57
Ringkasnya gini..
  • Earhouse Songwriting Club merilis website gratis untuk membantu siapa saja belajar menulis lagu, termasuk pemula.
  • Platform ini menyediakan fitur rima, kamus, chord pad, metronom, dan latihan menulis lagu sebagai alat bantu kreatif.
  • Perilisan website menjadi bagian perayaan 12 tahun Earhouse Songwriting Club yang tetap mengutamakan kreativitas manusia di era AI.
Jakarta: Komunitas Earhouse Songwriting Club merayakan hari jadinya yang ke-12 dengan meluncurkan sebuah website gratis yang dirancang untuk membantu siapa saja belajar menulis lagu. Peluncuran situs tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun komunitas yang juga akan diisi dengan berbagai kegiatan sepanjang Agustus 2026, mulai dari workshop, kompetisi, hingga bakti sosial.
 
Website earhousesongwritingclub.com dikembangkan oleh dua anggota komunitas, Bryan Qurniawan (Bryan Q) dan Ghilam Faturrifqi (Mouri). Platform ini ditujukan bagi siapa saja yang ingin mulai menulis lirik maupun lagu, termasuk mereka yang belum memiliki kemampuan memainkan alat musik.
 
Beragam fitur disediakan untuk mendukung proses kreatif pengguna. Selain pengatur waktu latihan menulis lagu yang dilengkapi kata-kata acak sebagai pemantik ide, website ini juga menghadirkan pemeriksa ejaan dan tata bahasa, pencari rima serta sinonim, kamus bahasa Indonesia dan Inggris, hingga Chord Pad yang dilengkapi progresi akor, pola drum, metronom, dan pengaturan birama.

"Kami berharap website ini bisa menjadi teman bereksplorasi bagi siapa pun yang ingin mulai menulis lagu, termasuk mereka yang belum bisa memainkan instrumen musik," ujar Mouri.
 
Bryan Q menambahkan, "Website ini kami rancang sebagai pertolongan pertama dalam proses menulis lagu. Mulai dari memeriksa ejaan dan rima, melatih deskripsi objek, hingga menemukan inspirasi dari bunyi harmoni atau ritem, semuanya tersedia sebagai alat bantu yang bisa diakses siapa saja."
 
Di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses penciptaan musik, Earhouse Songwriting Club memilih tetap menempatkan proses kreatif manusia sebagai fokus utama. Menurut komunitas ini, ruang apresiasi dan interaksi antarpenulis lagu tetap penting untuk menjaga empati dan semangat berkarya.
 
"Komunitas ini memang berorientasi pada proses, karena hasil dari kegiatan ini bisa bermacam-macam bentuknya. Selain itu, selama proses berkarya berlangsung diharapkan dapat melahirkan empati, dan apresiasi. Itulah yang ingin kami jaga dalam komunitas menulis lagu," ujar Endah, mentor utama Earhouse Songwriting Club.
 
Komunitas ini rutin menggelar kegiatan setiap Senin malam di Earhouse, Pamulang, Tangerang Selatan. Kelas tersebut tidak dipungut biaya dan setiap pekannya diikuti sekitar 15 hingga 20 peserta dari berbagai wilayah Jabodetabek.
 
Menanggapi banyaknya permintaan agar kegiatan serupa digelar di daerah lain, Endah mengakui hal tersebut belum memungkinkan dilakukan secara rutin.
 
"Banyak permintaan untuk mengadakan kegiatan serupa di tempat lain, namun untuk melakukannya secara rutin sepertinya baru sanggup di Pamulang. Mudah-mudahan dengan adanya website ini bisa menjadi alat bantu ketika siapa pun ingin mengeksekusi ide di kepala," ujarnya.
 
Selama 12 tahun berjalan, Earhouse Songwriting Club telah melibatkan lebih dari 20 penulis lagu dalam penggarapan mini album Karya-Karya serta menghadirkan sejumlah musisi sebagai mentor tamu, di antaranya Yovie Widianto, Nadin Amizah, Once Mekel, Petra Sihombing, Adhitia Sofyan, Teddy Adhitya, hingga Iga Massardi. Komunitas ini juga aktif berkolaborasi dalam berbagai festival dan program kreatif seperti Synchronize Fest, Soundrenaline, Jakarta Future Fest, dan sejumlah kegiatan lainnya. 
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA