Seringai (Foto: dok. Seringai)
Seringai (Foto: dok. Seringai)

Seringai Galang Donasi Rp37,5 Juta untuk Korban Karhutla di Kalimantan Tengah

Basuki Rachmat • 29 Oktober 2026 08:47
Ringkasnya gini..
  • Grup rock Seringai mengumpulkan donasi sebesar Rp37,5 juta untuk membantu korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
  • Dana dihimpun lewat aksi lelang memorabilia pribadi para personel, termasuk lirik tulisan Arian13, bass drum head edisi Seperti Api, vintage merch.
  • Hasil lelang akan dialokasikan untuk membeli masker, obat-obatan, APD, serta kebutuhan logistik Rumah Aman Asap.
Jakarta: Grup musik high-octane rock asal Jakarta, Seringai, berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp37,5 juta untuk membantu korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dana tersebut dihimpun melalui aksi lelang koleksi pribadi para personelnya sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Serangkaian lelang ini melibatkan tiga personel Seringai, yakni Arian13 (vokal), Sammy Bramantyo (bass), dan Edy Khemod (drum). Masing-masing melepas koleksi pribadi yang memiliki nilai historis dalam perjalanan band untuk kemudian disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 28 Oktober 2026, Arian mengumumkan bahwa 13 lembar lirik lagu “Selamanya” dari album Seperti Api (2018) yang ditulis dengan tangan berhasil terjual dengan total Rp16,9 juta.

“Terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi mendonasikan uangnya untuk para korban hutan yang dibakar di Kalimantan Tengah. Saya berhasil menjual 13 lirik ‘Selamanya’, dengan total Rp16.900.000,” tulis Arian.

 


Sebelumnya, Arian membuka lelang untuk lembaran lirik asli “Selamanya” dengan harga Rp1,3 juta per lembar. Hasil penjualan tersebut kemudian menjadi bagian dari total donasi yang dikumpulkan Seringai.

Arian menjelaskan, dana yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban serta mendukung kerja para relawan di lapangan.

“Rencananya, total dana yang terkumpul sekarang akan kami belanjakan beberapa kebutuhan utama (masker, obat-obatan, vitamin, logistik, selang, APD, dan lainnya) untuk Rumah Aman Asap & untuk mendukung relawan pemadam api. Total donasi yang berhasil kami kumpulkan sekitar Rp37.500.000. Report yang lebih komprehensif nanti akan kami susun & post,” tuturnya.
 


Edy Khemod Lelang Bass Drum Head dari Era Album Seperti Api


Sebelum Arian melelang lembaran liriknya, drummer Edy Khemod lebih dulu menawarkan salah satu memorabilia penting dalam perjalanan Seringai. Pada 15 Oktober 2026, ia melelang bass drum head custom yang menemaninya sejak proses rekaman album Seperti Api hingga penampilan-penampilan terakhir band sebelum memasuki masa hiatus setelah kepergian gitaris Ricky Siahaan.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Edy menjelaskan bahwa barang tersebut dilengkapi tanda tangan seluruh personel Seringai. Seluruh hasil lelang juga dialokasikan untuk membantu korban karhutla di Kalimantan Tengah melalui lembaga yang kompeten.

“Lelang bass drum head custom milik @edykhemod dari era Seperti Api lengkap dengan tanda tangan dari seluruh personil Seringai. Seluruh hasil perolehannya akan kami donasikan untuk membantu meringankan beban korban kebakaran hutan di Kalimantan melalui lembaga yang kompeten,” tulis Edy.

Ia juga menegaskan bahwa memorabilia tersebut merupakan barang eksklusif yang tidak pernah diproduksi ulang. Bass drum head itu menggunakan grafis penuh dari artwork sampul album Seperti Api yang diaplikasikan melalui stiker vinyl.

“Hanya ada satu dan tidak pernah direproduksi, bass drum head ini yang dipakai sejak era rekaman album Seperti Api sampai ke panggung-panggung terakhir Seringai sebelum hiatus. Bass drum head diberi cutting stiker vinyl full graphic dari artwork cover album Seperti Api,” ungkapnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by EdyKhemod (@edykhemod)



Lelang tersebut dimenangkan oleh penggemar Seringai yang menggunakan akun Instagram @dewariem, dengan penawaran tertinggi mencapai Rp11 juta.
 

Sammy Bramantyo Lepas Memorabilia Vintage Seringai


Inisiatif penggalangan dana ini juga berawal dari Sammy Bramantyo yang melelang sejumlah memorabilia vintage milik pribadinya. Pengumuman lelang tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Seringai, @seringai_official, pada 16 September 2026.

“Lelang memorabilia vintage Seringai koleksi pribadi @sam_bram yang seluruh hasil perolehannya akan kami donasikan untuk membantu meringankan beban korban karhutla yang akan disalurkan via kitabisa.com,” tulis akun tersebut.

Koleksi yang dilepas Sammy mencakup kaus berlisensi resmi Seringai untuk label merchandise band Bootleggers Ball, karya Coki Singgih pada 2011. Ia juga melelang CD kompilasi Six The Hard Way (2010), yang memuat lagu-lagu dari sejumlah band cadas Indonesia, termasuk Jasad, Infamy, Kelelawar Malam, Dead Vertical, Extreme Decay, dan Outright.

 


Selain itu, Sammy turut melepas koleksi pick bass dari berbagai era perjalanan Seringai, mulai dari album Serigala Militia hingga Seperti Api, termasuk pick edisi khusus Jägermeister.

Koleksi tersebut akhirnya dibawa pulang oleh penggemar dengan akun Instagram @ribon_arsana setelah mengajukan penawaran tertinggi sebesar Rp3,05 juta.

Melalui aksi lelang ini, Seringai tidak hanya mengajak penggemarnya berpartisipasi dalam aksi solidaritas, tetapi juga mengubah memorabilia yang menyimpan sejarah perjalanan band menjadi dukungan nyata bagi masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan Tengah.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA