Konser yang digelar bersama Human Concern International tersebut sukses menarik perhatian puluhan ribu orang. Mengutip laporan yang beredar, jumlah penonton yang hadir bahkan mencapai sekitar 60.000 orang.
Brendan Yates dan kawan-kawan mengubah kawasan monumen di ibu kota Amerika Serikat itu menjadi lautan manusia. Energi khas hardcore pun terasa lewat aksi stage dive dan mosh pit yang mewarnai penampilan mereka.
Pertunjukan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian tur Amerika Utara untuk album terbaru Turnstile, Never Enough. Namun, lebih dari sekadar mengakhiri tur, konser tersebut juga menjadi momentum bagi band untuk menggerakkan solidaritas melalui musik.
Berdasarkan laman donasi LaunchGood, Turnstile telah mengumpulkan lebih dari USD256 ribu atau sekitar Rp4,63 miliar saat berita ini ditulis. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung upaya bantuan kemanusiaan di Palestina, Sudan, dan Lebanon.
Di tengah penampilannya, vokalis Brendan Yates menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang hadir dan mendukung misi kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan bahwa skena musik yang membesarkan Turnstile telah mengajarkan mereka untuk melihat musik sebagai sesuatu yang terhubung dengan kehidupan dan kondisi sosial di sekitarnya.
Turnstile at the Washington Monument today, a benefit show raising money for humanitarian aid in Palestine, Sudan, and Lebanon [????: Ayman Abdeldayem] https://t.co/Rjejfx6ETk
— Stereogum (@stereogum) October 24, 2026
“Kami sangat bersyukur tumbuh dan dibesarkan oleh skena ini. Skena yang mengajarkan kami bahwa musik bukan hanya mencerminkan sosok musisi yang menciptakannya, tetapi juga orang-orang, dunia, penderitaan, dan kebahagiaan yang ada di sekelilingnya," ungkap Brendan Yates, dikutip dari Pitchfork, Senin, 26 Oktober 2026.
Brendan kemudian mengajak puluhan ribu penonton untuk menyuarakan dukungan bagi masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan. Seruan tersebut menggema di tengah kerumunan konser.
“Bikin cukup lantang sampai Gedung Putih bisa mendengarnya: Bebaskan Palestina! Bebaskan Sudan! Bebaskan Lebanon!” serunya tegas.
Turnstile Tegaskan Peran Musisi dalam Menyuarakan Isu Kemanusiaan
Aksi solidaritas Turnstile bukan kali pertama mereka menyoroti persoalan kemanusiaan. Saat menghadiri BRIT Awards 2026, para personel band juga menekankan pentingnya peran musisi dalam merefleksikan situasi sosial dan politik yang terjadi di dunia.“Hal itu sangat penting. Menurut saya, musisi bisa menjadi semacam cermin yang merefleksikan apa yang sedang terjadi di dunia,” ujar Turnstile saat diwawancarai NME di karpet merah BRIT Awards 2026.
Mereka juga menyinggung situasi di Amerika Serikat, yang menurut mereka tengah menghadapi berbagai upaya untuk mengikis sisi kemanusiaan. Dalam kondisi tersebut, Turnstile menilai empati dan kesadaran terhadap persoalan di sekitar menjadi semakin penting.
“Terutama di Amerika Serikat saat ini, ada begitu banyak upaya untuk menghilangkan sisi kemanusiaan seseorang. Karena itu, empati dan kesadaran terhadap situasi yang terjadi sangat dibutuhkan," lanjut mereka.
Bagi Turnstile, musik bukan sekadar medium untuk menyampaikan karya kepada pendengar. Musik juga bisa menjadi ruang untuk membangun kesadaran, membuka kesempatan bagi orang-orang untuk bersuara, dan menyoroti persoalan yang kerap luput dari perhatian.
"Kami adalah sebuah band dan berusaha melakukan apa yang kami bisa untuk merefleksikan keadaan tersebut, memberi ruang bagi orang-orang untuk bersuara, sekaligus menyoroti berbagai persoalan yang terjadi," tutup Turnstile.
Baca Juga :