Kemudian, ia menyindir kalau peringkat tersebut hanya dipedulikan oleh orang-orang industri musik dan para Swifties, basis penggemar Taylor Swift.
“Buatku, ngikutin tangga lagu itu udah nggak penting lagi. Yang ngeliat tangga lagu itu cuma orang-orang di industri musik dan mungkin penggemar Taylor Swift,” ucapnya kepada The Guardian, Jumat (3/4).
Komentar tersebut pun menuai reaksi keras dari para Swifties. Pelantun “Lush Life” itu akhirnya mengeluarkan klarifikasi lewat Instastory akun pribadinya @zaralarsson di hari yang sama.
Dalam pernyataannya, ia meluruskan bahwa nama Taylor Swift disebut sebab hanya dia yang mampu menguasai tangga musik dengan setiap proyeknya.
“Karena gak ada yang bisa mainin tangga lagu sebaik Taylor Swift, hahaha. Dia benar-benar yang terbaik dalam hal itu dan semua orang tahu itu,” tulisnya.
Di kesempatan yang sama, Zara Larsson juga meralat makna di balik kometar itu. Ia mengaku masih sangat peduli dengan posisi karyanya di tangga musik. Bahkan, ia sudah siap menembus grafik tersebut dengan proyek berikutnya.
“Ini bukan sindiran yang kalian kira. Dan juga… aku peduli!!! Percayalah, aku akan berusaha merilis setidaknya dua sampul berbeda untuk edisi cetak proyekku berikutnya setelah (album) Midnight Sun,” tambah musisi tersebut.
Larsson menjelaskan bahwa dia mengatakan hal itu karena kini dia merasa memiliki pengaruh terhadap fenomena budaya musik pop lewat lagunya, “Midnight Sun”; sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya.
“Aku tetap yakin bahwa seseorang bisa menjadi artis yang luar biasa meski tidak masuk tangga lagu. Bagiku, kedua hal itu tidak saling setara, dan seharusnya juga tidak bagi para penggemar,” pungkasnya.
Musisi berusia 28 tahun itu menegaskan kembali bahwa ia ingin album berikutnya menduduki puncak tangga lagu dan meminta para penggemar membantunya mencapai hal itu.
Album studio terbaru Larsson, Midnight Sun, dirilis pada September 2025 dan mencakup trek-trek seperti “Pretty Ugly,” “Midnight Sun,” dan “Crush.”
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News