Salah satu musisi yang mengundurkan diri adalah Finneas, kakak dari penyanyi Billie Eilish. Finneas sebelumnya dijadwalkan membuka enam konser Ed Sheeran di Amerika Selatan pada November 2026.
Melalui pernyataan di Instagram, Finneas menyampaikan alasannya sekaligus menegaskan dukungannya kepada Palestina.
“Para seniman tidak boleh dibungkam ketika menyuarakan kebenaran bagi kaum yang tertindas. Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari rangkaian tur mendatang bersama Ed Sheeran,” tulis Finneas, dikutip dari akun Instagram @finneas, pada Rabu, 16 September 2026.
“Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya,” tegasnya.
Selain Finneas, penyanyi asal Irlandia Aaron Rowe dan musisi Denmark Lukas Graham turut mengumumkan pengunduran diri mereka dari rangkaian tur tersebut. Band folk asal Irlandia, Beoga, yang selama ini tampil bersama Ed Sheeran di atas panggung dalam setiap konsernya, juga mengambil keputusan serupa.
Aaron Rowe mengaku keputusan tersebut tidak mudah diambil. Ia menyebut hubungannya dengan Ed Sheeran selama ini cukup dekat dan sang musisi memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya.
"Tidak mudah mengambil keputusan untuk berhenti. Ed telah menjadi teman bagi saya dan telah mengubah hidup saya, saya tidak akan pernah bisa cukup berterima kasih kepadanya untuk ini," tulis Rowe.
Sementara itu, Beoga menjelaskan bahwa kesempatan tampil di hadapan ribuan penonton merupakan impian bagi seorang musisi. Namun, mereka memilih tidak melanjutkan tur karena mempertimbangkan sikap mereka terhadap isu Palestina.
"Sebagai musisi, bermain di hadapan penonton sebanyak itu setiap malam adalah impian, tetapi bermain di tempat-tempat yang membungkam siapa pun yang memperjuangkan Palestina Merdeka bukanlah pilihan bagi kami," tulis Beoga dalam pernyataan resmi mereka.
Klarifikasi Ed Sheeran soal Macklemore
Sebelumnya, Ed Sheeran mencoret Macklemore dari delapan konser dalam rangkaian Loop Tour. Keputusan tersebut terjadi setelah Macklemore beberapa kali menyampaikan dukungan terhadap Palestina, termasuk menyerukan "Free Palestine" dan membawakan lagu protes "Hind's Hall" dalam dua konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.
Aksi Macklemore kemudian menuai kritik dari sejumlah kelompok Yahudi. Situasi tersebut juga disebut mendorong munculnya tekanan dari sejumlah pengelola venue kepada promotor agar penampilan sang rapper dihentikan dari rangkaian tur.
Namun, Ed Sheeran kemudian memberikan klarifikasi bahwa keputusan untuk mengeluarkan Macklemore bukan berada di tangannya. Menurut Sheeran, kontrak Macklemore dalam rangkaian konser tersebut terikat langsung dengan pihak promotor.
"Macklemore keluar dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur ini terikat dengan promotor, bukan dengan saya," tulis Sheeran di Instagram.
Ed Sheeran juga menjelaskan alasan dirinya selama ini memilih untuk tidak menggunakan panggung profesional sebagai ruang untuk menyampaikan pandangan politik. Ia menyebut audiens yang hadir dalam konsernya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak dan generasi muda.
"Ada alasan kenapa saya tidak menggunakan platform profesional saya untuk membicarakan politik. Penonton saya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk banyak anak muda dan bahkan anak-anak. Orang-orang yang datang ke pertunjukan saya tidak mengharapkan tempat tersebut menjadi forum politik," lanjutnya.
Meski memiliki pendekatan berbeda, Sheeran mengatakan dirinya tetap menghargai keberanian Macklemore dalam menyampaikan keyakinannya di atas panggung. Ia juga menilai terdapat berbagai cara untuk memperjuangkan tujuan yang sama.
"Saya menghargai keteguhan Macklemore untuk berdiri dan menyuarakan apa yang ia yakini. Namun, ada banyak cara untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu perdamaian," tuturnya.
Sheeran kemudian mengatakan bahwa dirinya ingin memanfaatkan popularitas dan panggung yang dimilikinya sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi penonton. Ia juga menekankan pentingnya diplomasi serta menjaga komunikasi agar perbedaan pandangan tidak menutup ruang dialog.
"Saya memilih menggunakan ketenaran dan platform yang saya miliki sebagai ruang yang aman dan nyaman, sekaligus menjaga diplomasi dan memastikan percakapan tetap terbuka, bukan justru tertutup. Kalau kita hanya fokus pada siapa yang bisa berteriak paling keras, tidak akan ada yang berubah. Ada banyak cara untuk menjadi bagian dari perjuangan menuju perubahan," tutup Ed Sheeran.
Baca Juga :