Album bertajuk Czarface Meets Frankie Pulitzer tersebut mempertemukan Hardy dengan Czarface, supergrup rap yang terdiri dari duo 7L & Esoteric serta Inspectah Deck, anggota Wu-Tang Clan.
Penuh Referensi Film dan Komik
Bagi penggemar karya Hardy di Hollywood, album ini juga menghadirkan banyak referensi film dan komik dalam liriknya.Keterlibatan aktor ini dalam dunia komik bukanlah hal baru. Ia pernah memerankan penjahat Bane dalam The Dark Knight Rises (2012), serta menjadi Venom dalam tiga film solonya dan muncul sebagai kameo dalam Spider-Man: No Way Home (2021).
Dalam trek keempat, “Raw Forever”, Hardy menyelipkan berbagai referensi, mulai dari film Bringing Out the Dead (1999) karya Martin Scorsese, karakter Green Goblin yang diperankan Willem Dafoe dalam Spider-Man (2002), hingga penjahat Marvel Doctor Doom dan pahlawan DC Comics Sergeant Rock.
Dari Stephen King hingga Thor
Pria asal Inggris ini kembali menunjukkan kecintaannya terhadap budaya pop dalam “Mad Technology”, trek kedelapan. Dalam bagian rapnya, ia menyebut dua novel Stephen King yang telah diadaptasi menjadi film, yakni Cujo dan Misery. Ia juga melontarkan komentar unik mengenai Kathy Bates, pemeran utama Misery.Tak hanya itu, rapper yang juga atlet jiu jitsu ini turut menyebut Thor, salah satu karakter ikonis Marvel, serta Shameik Moore yang mengisi suara Miles Morales dalam film-film Spider-Verse dan membintangi film drama Dope.
Sementara itu, pada bagian akhir trek keenam, “Grim-Visaged War”, Hardy membawakan monolog terkenal dari Richard III karya William Shakespeare. Menariknya, cara Hardy membacakan monolog tersebut terdengar sangat mirip dengan gaya suaranya saat memerankan Bane.
Bukan Pertama Kali Nge-Rap
Meski belum banyak berbicara secara terbuka mengenai aktivitas musiknya sebagai Frankie Pulitzer, aktor berusia 48 tahun itu sebenarnya bukan pendatang baru di dunia rap. Ia sebelumnya pernah terlibat dalam sejumlah album Czarface dan merilis beberapa lagu kolaborasi.Jauh sebelum menggunakan nama Frankie Pulitzer, Hardy juga pernah merekam album pada awal 2000-an berjudul Falling on Your Arse in 1999. Album tersebut dibuat menggunakan nama Tommy No 1 bersama sahabat sekaligus produsernya, Edward Tracy alias Eddie Too Tall.
Album itu tidak pernah dirilis secara resmi. Namun, rekamannya akhirnya beredar di internet pada 2018, sehingga publik dapat mendengar salah satu proyek musik awal Hardy sebelum dirinya dikenal luas sebagai aktor Hollywood.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)