Perdebatan di media sosial mulai mencuat sejak pengumuman daftar nominasi pada 12 Oktober lalu. Salah satu hal yang disayangkan publik adalah tidak masuknya nama Irma Rihi dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik maupun Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik.
Melalui platform Threads, seorang warganet menilai bahwa Irma Rihi seharusnya masuk ke dalam daftar nominasi bersama lawan mainnya di film Na Willa, Luisa Adreena. Aktris cilik tersebut diketahui berhasil menembus jajaran nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik.
"MEREKA BERDUA HARUSNYA SEPAKET MASUK NOMINASI LEAD BAHKAN KEDUANYA HARUS SEPAKET MENANG CITRA!!!! SHAME ON YOU @festivalfilmid !!!" tulis warganet di Threads.
Penjelasan Komite FFI
Melihat dinamika tersebut, Prilly Latuconsina hadir di kolom komentar untuk memberikan klarifikasi terkait mekanisme penentuan nominasi FFI 2026.“Aku jelaskan sedikit ya, selebihnya mungkin bisa baca buku panduan penjurian FFI 2026 yang ada di situs resmi kami,” tulis Prilly Latuconsina, pada Selasa, 12 Oktober 2026.
Prilly menjelaskan bahwa daftar nominasi FFI 2026 ditentukan oleh Akademi Citra—kelompok profesional perfilman yang pernah meraih Piala Citra—serta pihak asosiasi melalui sistem pemungutan suara (voting).
“Yang menentukan siapa yang masuk nominasi adalah akademi citra dan asosiasi melalui voting,” tulis Prilly.
Ia menegaskan bahwa Komite FFI 2026 tidak memiliki wewenang untuk menentukan siapa saja yang berhak masuk ke dalam nominasi.
“Komite hanya menerima hasil karena kita tidak boleh mengganggu hasil penilaian. So nama-nama yang masuk bukan kita yang menentukan. Thank you,” pungkas Prilly.