Chad Gilbert meninggal dunia pada Minggu, 20 September 2026 waktu setempat, dalam usia 45 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir setelah bertahun-tahun berjuang melawan pheochromocytoma, tumor langka yang tumbuh pada kelenjar adrenal dan telah menyebar ke bagian hatinya. Chad diketahui mulai menjalani pengobatan untuk penyakit tersebut sejak 2021.
Kabar kepergian Chad turut meninggalkan duka bagi para musisi yang selama ini mengenalnya. Mark Hoppus menjadi salah satu rekan yang mengenang sosok Chad melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Mark membagikan foto dirinya bersama Chad. Dalam unggahan tersebut, ia mengenang Chad sebagai sosok sahabat yang selalu memberikan pengaruh positif kepada orang-orang di sekitarnya.
"Chad adalah sahabat terbaik bagi siapa pun yang pernah mengenalnya. Dia selalu menjadi sosok paling positif dan kreatif di mana pun dia berada," tulis Mark Hoppus di Instagram.
Mark juga mengenang bagaimana Chad menghadapi perjuangannya melawan penyakit dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Chad tetap menunjukkan keberanian, rasa syukur, dan semangat positif meski harus menghadapi kondisi kesehatan yang berat.
"Dalam beberapa tahun terakhir, dia menghadapi penyakitnya dengan semangat seorang pejuang yang penuh keberanian dan keceriaan. Dengan penuh martabat, cinta, dan rasa syukur. Dia tidak pernah sekalipun mengeluh. Dia justru selalu mengatakan betapa beruntungnya dirinya atas semua yang dimiliki," lanjutnya.
Kehilangan sosok Chad Gilbert diakui Mark memicu luka yang teramat dalam, tak hanya bagi skena musik dunia yang kehilangan salah satu arsitek pop-punk terbaiknya, tetapi juga bagi orang-orang terdekat yang mencintai kepribadian hangatnya.
"Hari ini, kami kehilangan salah satu orang terbaik. Dunia rasanya tidak akan pernah sama lagi. Beristirahatlah dengan tenang, sahabatku. Dan terima kasih karena sudah menjadi dirimu sendiri. Kamu akan sangat dirindukan oleh lebih banyak orang daripada yang mungkin pernah kamu bayangkan," ungkapnya mengenang sosok sang sahabat.
Menutup ungkapan belasungkawanya, Mark menyisipkan salam perpisahan puitis yang menggambarkan ikatan emosional kuat di antara dua ikon pop-punk lintas generasi ini.
"Sampai jumpa di kehidupan berikutnya," tutup Mark Hoppus.