Melansir laporan Baltimore Banner, pada Jumat, 10 April 2026, Ebert yang diamankan pihak kepolisian sejak 31 Maret 2026 lalu, bersikeras bahwa aksinya memacu mobil ke arah pria lansia tersebut adalah bentuk pertahanan diri.
Insiden yang terjadi di Silver Spring, Maryland ini menyebabkan William Yates menderita patah kaki serius dan harus menjalani tindakan operasi darurat.
Sementara itu, kronologi versi kepolisian menyebutkan bahwa Ebert sempat mendatangi rumah keluarga Yates sambil membuat keonaran dengan membunyikan klakson dan melontarkan makian kepada keluarga Brendan Yates.
Setelah sempat pergi, ia kembali lagi. Dalam momen mencekam tersebut, William Yates dilaporkan mendekati mobil Ebert dan sempat melempar batu. Saat itulah, Ebert diduga memundurkan mobilnya sebelum akhirnya tancap gas menabrak William.
"Maaf, tapi ini murni pembelaan diri. Saya diserang secara langsung," klaim Ebert kepada Komisaris Pengadilan Distrik. Ia bahkan sesumbar bahwa rekaman CCTV di lokasi akan membuktikan narasinya dan membantah laporan versi pihak kepolisian.
Brady Ebert Ternyata Didepak Dari Turnstile Karena Kecanduan Narkoba
Seiring dengan bergulirnya kasus ini, fakta mengenai alasan didepaknya Brady Ebert dari Turnstile pada Agustus 2022 akhirnya terkuak ke publik. Laporan The Banner berhasil mendapatkan rekaman audio persidangan dari tahun 2022 saat para personel Turnstile mengajukan peace order (permohonan perlindungan hukum) terhadap Ebert sebelum memutuskan mendepaknya dari band.Dalam kesaksiannya, Brendan Yates mengungkapkan bahwa perpecahan internal dipicu oleh masalah ketergantungan narkoba akut yang diderita Ebert. Hal ini membuat sang gitaris menjadi tidak stabil dan sering mengancam keselamatan band.
"Selama beberapa tahun terakhir, perilakunya semakin tidak terkendali, termasuk penggunaan narkoba yang berat yang membuatnya sangat tidak dapat diandalkan," tutur Yates dalam rekaman tersebut.
Lebih mengerikan lagi, Yates mengaku bahwa Ebert sempat melontarkan ancaman kekerasan fisik jika band tidak mentransfer uang sebesar USD10 ribu (sekitar Rp171 juta) kepadanya. Sejak ancaman itu, Ebert juga dilaporkan mulai mengintai kediaman ayahnya, William Yates.
"Ada juga pernyataan dari ayah saya tentang dia yang mengintai di sekitar rumah ayah saya pada pukul 8 pagi," lanjut Yates.
Sementara itu, drummer Turnstile Daniel Fang menyebutkan bahwa Ebert memiliki sifat pendendam setelah kecanduan akut dengan narkoba.
“Dia menjadi pedendam. Dia semakin terjerumus dalam penggunaan narkoba akutnya. Dalam pesan di grup chat yang ditujukan kepada kami semua, dia sempat mengancam keselamatan kami," ungkap Daniel Fang.
Baca Juga :
Tiket Konser EXO Jakarta 2026 Habis Terpesan dalam 5 Menit, Antrean Tembus 180 Ribu Orang
Turnstile Sempat Bujuk Ebert untuk Rehabilitasi Tapi Ditolak
Sebelum resmi berpisah, para personel Turnstile sebenarnya telah berupaya merangkul Ebert agar keluar dari kecanduan menggunakan narkoba. Brendan Yates menjelaskan bahwa mereka sempat memberikan waktu menepi selama delapan bulan dari agenda manggung Turnstile dan menawarkan bantuan medis serta rehabilitasi agar Ebert bisa kembali tampil manggung bersama."Kami sempat mendatangi rumahnya untuk membahas posisi band dan kekhawatiran kami. Namun, ia merasa tidak perlu menjalani rehabilitasi," ungkap Brendan Yates.
Setelah tawaran bantuan tersebut ditolak, komunikasi justru semakin memburuk hingga berujung pada ancaman fisik melalui pesan singkat. Demi keamanan, Turnstile akhirnya memutuskan hubungan secara total lewat jalur hukum pada Agustus 2022.
“Alasan utama kami mengajukan peace order ini karena kami benar-benar merasa sudah tidak aman untuk berkomunikasi secara langsung. Tujuannya supaya ada ruang yang aman dan netral, sehingga komunikasi bisa dilakukan lewat jalur hukum atau perwakilan masing-masing," tutup Brendan Yates.
Menariknya, saat itu Turnstile memilih untuk "menutup rapat" aib internal ini dengan dalih klasik bahwa Ebert keluar dari Turnstile karena perbedaan arah visi musikal.
Seusai kepergian Ebert, posisi gitaris kemudian diisi oleh Meg Mills, yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris band hardcore punk Big Cheese dan Chubby and the Gang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News