Bobby Kool Superman Is Dead (Foto: Instagram @sid_official
Bobby Kool Superman Is Dead (Foto: Instagram @sid_official

Imbas Abu Vulkanik, SID Tempuh Jalur Darat, Udara dan Laut 24 Jam demi Manggung

Basuki Rachmat • 11 September 2026 20:52
Ringkasnya gini..
  • SID menempuh perjalanan darat, udara, hingga laut selama 24 jam untuk manggung di Bali.
  • Langkah darurat diambil akibat penerbangan tertahan penutupan Bandara Soetta imbas erupsi.
  • Dedikasi dan profesionalitas SID menuai pujian publik di tengah ramainya polemik bagasi band.
Jakarta: Vokalis sekaligus gitaris Superman Is Dead (SID) , I Made Putra Budi Sartika atau yang akrab disapa Bobby Kool, menceritakan kisah perjuangan SID perjalanan perjalanan selama 24 jam melalui jalur darat, udara, hingga laut demi memenuhi jadwal manggung di Nusa Lembongan, Bali.

Kisah tersebut dibagikan Bobby melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, Bobby menampilkan perjalanan SID yang harus dilakukan secara darurat setelah Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup akibat abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut membuat SID yang baru saja menyelesaikan penampilan di Sukabumi tidak dapat langsung melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat dari Jakarta menuju Bali.

"Berbagi sedikit cerita perjalanan darurat @sid_official saat Bandara Soeta ditutup akibat letusan Krakatau," tulis Bobby melalui akun Instagram @bobbybikul.

“Dari konser di Sukabumi harus langsung mengejar jadwal konser berikutnya di Pulau Lembongan,” sambungnya.

Dalam video yang beredar, terlihat para personel dan kru SID harus mengungkap kembali barang-barang bawaan mereka untuk menyesuaikan moda transportasi yang digunakan.

Perjalanan yang sebelumnya direncanakan menggunakan pesawat pun harus dialihkan melalui jalur darat sebelum kembali dilanjutkan dengan penerbangan.

"Berburu tiket baru kereta Gambir ke Jogja dan pesawat dari Solo ke Bali yang menegangkan," tulis Bobby.

“Bongkar muat bagasi dari mobil → kereta api → pesawat → perahu ke Lembongan,” ungkapnya.
 


Dengan membawa berbagai perlengkapan panggung, Bobby dan kawan-kawan akhirnya harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 24 jam. 

Upaya tersebut dilakukan SID demi memastikan mereka tetap dapat memenuhi jadwal penampilan dan tidak mengecewakan para Outsider dan Lady Rose yang telah menantikan kehadiran mereka.

Menutup unggahannya, Bobby pun turut menyampaikan penghargaan kepada kru dan manajemen SID yang tetap solid dan membantu memastikan perjalanan mereka berjalan sesuai rencana.

"Terima kasih kru dan manajemen, kalian luar biasa!" tutup Bobby.

   

Perjuangan SID Tuai Pujian Warganet

Perjuangan SID tersebut mendapat respon positif dari warganet. Momen itu menjadi sorotan, terutama di tengah ramainya perbincangan mengenai persoalan kelebihan bagasi yang belakangan turut menjadi perhatian warganet dan pelaku industri musik di media sosial.

Sejumlah warganet menilai keputusan SID untuk tetap berusaha memenuhi jadwal konser, menunjukkan sikap profesional dan bentuk tanggung jawab terhadap para penggemarnya.

“Di belahan Indonesia lain, ada yang malahan ga jadi manggung konser kadena kelebihan bagasinya dibayar pakai sistem reimburse, sedangkan ini, bener2 memprioritaskan manggung walaupun ada kendala transportasi di luar prediksi dan mengusahakan harus ngecer bawa2 sound system agar terlaksana konser tsb. Salutee,” tulis akun @yoandwi di kolom komentar unggahan SID.

Komentar serupa juga disampaikan warganet lain yang menilai perjuangan SID menjadi salah satu alasan band tersebut mampu bertahan dan tetap memiliki basis penggemar yang kuat selama puluhan tahun.

"Band yang ngerti kalo ada fans yang menunggu penampilan mereka pasti ngelakuin apapun biar mereka bisa manggung. Ini namanya tanggung jawab dan profesional ya adick2, gak heran kalo band ini tetep solid dan terus ada selama 30 tahun lebih. Keren bli semua," tulis warganet melalui akun @ariefaszhari.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA