Pembayaran tersebut menjadi babak terbaru dari sengketa hukum yang sejak tahun lalu menyeret nama besar The Police. Pada September 2025, Summers dan Copeland menggugat Sting beserta perusahaan penerbitannya ke Pengadilan Tinggi London.
Keduanya pun menuding adanya tunggakan royalti dari katalog lagu The Police yang nilainya ditaksir mencapai USD2 juta (senilai Rp33,83 miliar) hingga USD10,75 juta (senilai Rp181,8 miliar).
Bahkan, dalam persidangan yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2026, kuasa hukum Summers dan Copeland menyebut angka tersebut bisa bertambah karena belum memperhitungkan bunga dari kekurangan pembayaran yang terjadi selama bertahun-tahun.
Mengutip laporan BBC, di tengah proses hukum yang masih berjalan, Sting dan pihak penerbitnya telah menyalurkan pembayaran awal senilai lebih dari USD800 ribu. Meski demikian, pembayaran ini belum mengakhiri polemik yang berakar pada pembagian royalti lagu-lagu ikonis The Police.
Polemik ini sendiri berfokus pada karya-karya hits populer The Police, seperti lagu "Roxanne", "Walking on the Moon", dan "Every Breath You Take", yang disebut-sebut mampu menghasilkan royalti hingga 550 ribu poundsterling (sekitar Rp12 miliar) per tahun untuk Sting.
Meski Sting dikenal sebagai penulis utama lagu-lagu tersebut, Summers dan Copeland mengklaim sejak awal ada kesepakatan tidak tertulis untuk berbagi pendapatan publishing. Mereka merasa kontribusi musikal yang membentuk karakter khas The Police tak seharusnya diabaikan begitu saja.
Di sisi lain, Sting menepis klaim tersebut. Ia berpendapat bahwa kedua rekannya tidak berhak atas royalti digital atau mechanical royalties. Menurutnya, pemutaran lagu secara digital masuk kategori “pertunjukan publik”, bukan penjualan, sehingga tidak termasuk dalam pembagian yang dituntut.
Namun, Summers dan Copeland tetap bersikukuh. Meski nama mereka tidak tercantum sebagai pencipta lagu, keduanya menilai kontribusi kreatif mereka layak dihargai melalui apa yang mereka sebut sebagai “biaya penata musik” (komposer) dari pemanfaatan digital katalog lama The Police.
Terlepas dari konflik internal, warisan musik The Police tetap tak tergantikan. Band yang pertama kali terbentuk pada 1977 di London, Inggris ini dikenal lewat karya mereka yang memadukan nuansa musik punk, reggae, jazz, dan new wave.
Selama karier singkatnya, The Police berhasil merilis lima album studio, dimulai dari Outlandos d’Amour (1978) yang melahirkan hits “Roxanne” dan “So Lonely.” Album terakhir mereka, Synchronicity (1983), menjadi puncak kejayaan sekaligus penutup perjalanan band, sebelum resmi memutuskan bubar pada tahun 1984.
Setelah The Police bubar, Sting melanjutkan karier bermusiknya lewat proyek solo. Berkat warna vokalnya yang khas, musisi bernama asli Gordon Sumner ini pun kembali sukses dan dikenal lewat sejumlah hits seperti "Englishman in New York" dan "Fields Of Gold".
Meski sempat berpisah, Sting, Summers, dan Copeland sempat kembali bersama mengadakan reuni konser bertajuk The Police Reunion Tour pada 2007–2008, merayakan 30 tahun perjalanan musik The Police.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News