Ariana Grande (Foto: Instagram/arianagrande)
Ariana Grande (Foto: Instagram/arianagrande)

Ariana Grande Protes Donald Trump Pakai Lagunya untuk Narasi Anti-Transgender

Rafi Alvirtyantoro • 21 Agustus 2026 13:17
Ringkasnya gini..
  • Ariana Grande memprotes tim Donald Trump karena menggunakan “We Can’t Be Friends” dalam unggahan kampanye bernarasi anti-transgender.
  • Ariana Grande meminta tim kampanye Trump berhenti menggunakan musiknya dan menyebut narasi yang dibawa dalam unggahan tersebut keliru.
  • Komentar Ariana Grande diduga disembunyikan akun kampanye Trump setelah ia memprotes penggunaan lagunya untuk kepentingan politik.
Jakarta: Penyanyi Ariana Grande mengecam aksi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menggunakan lagunya secara sepihak. 
 
Ariana Grande meninggalkan pesan dalam kolom komentar salah satu unggahan di akun TikTok kampanye Trump.
 
Pasalnya, unggahan tersebut menggunakan lagu "We Can’t Be Friends (Wait for Your Love)" untuk mengomandani narasi anti-transgender. Ariana Grande diketahui merilis lagu itu pada tahun 2024.

Deadline melaporkan bahwa pihak Ariana Grande mencoba agar lagu "We Can’t Be Friends (Wait for Your Love)" tidak lagi digunakan sebagai latar musik unggahan kampanye Trump.
 
Ariana Grande bahkan meminta secara langsung kepada tim kampanye Trump untuk tidak menggunakan lagi musiknya.
 
"Jangan pernah pakai musikku lagi,” tulis Ariana Grande dalam kolom komentar, dikutip pada Jumat, 21 Agustus 2026.
 
“Lagipula, kebenaran versi kalian itu salah," lanjutnya.

Dugaan Pembungkaman Komentar

Namun sayangnya, komentar Ariana Grande tersebut sulit ditemukan dalam kolom komentar. Hal ini diduga karena komentar sang penyanyi disembunyikan oleh pemilik akun kampanye Trump.
 
Warganet yang mendukung Ariana Grande pun langsung membagikan tangkapan layar dari komentar tersebut. Mereka juga mendesak agar komentar sang penyanyi tidak disembunyikan.
Video yang diunggah oleh akun tim kampanye Trump terlihat menampilkan momen Donald Trump berjalan menuju panggung kampanye.
 
Adegan ini diiringi keterangan bertuliskan lirik lagu Grande, “Me and my truth we sit in silence…” (“Aku dan kebenaranku berdiam dalam hening...”).
 
Keterangan dalam unggahan itu kemudian berlanjut dengan narasi, “Men can’t have babies and should never compete in sports" (“Pria tidak bisa melahirkan dan tidak boleh bertanding di cabang olahraga wanita").
 
@teamtrump This shouldn’t be controversial! #trump #arianagrande #maga ♬ original sound - Amina Kaddachi

Penolakan Musisi Terhadap Aksi Politik

Sebelumnya, Ariana Grande juga sempat menyentil pihak Gedung Putih lantaran menggunakan lagunya yang berjudul “Bye” dalam video promosi badan imigrasi AS (ICE) pada Juni lalu.
 
Selain Ariana Grande, ada beberapa musisi yang menolak keras penggunaan karya musik tanpa izin untuk kepentingan politik di media sosial. Mulai dari Taylor Swift, Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, SZA, The Rolling Stones, Neil Young, Katy Perry, Kesha, Radiohead, Noah Kahan, Jess Glynne, hingga Kenny Loggins juga telah melayangkan protes serupa.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA