Pernyataan tersebut dirilis Fable Company pada Kamis, 20 Agustus 2026, sehari setelah A membeberkan tudingan terkait kehamilan dan dugaan kekerasan yang disebut pernah dialaminya selama menjalin hubungan dengan Hong Min-gi.
Dalam pernyataannya, Fable Company menyebut tudingan tersebut tidak sesuai dengan keterangan yang disampaikan Hong Min-gi.
Menurut pihak agensi, Hong Min-gi mengaku tidak pernah menerima bukti hasil tes kehamilan dari A dan membantah pernah memaksanya menjalani aborsi.
"Penggunaan kekerasan tanpa persetujuan saat berhubungan seksual (seperti mencekik leher, membungkam mulut, menjambak rambut, hingga melontarkan umpatan membawa nama mantan pacar) terjadi sekitar 2-3 kali," tulis A, dikutip pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Tak lama setelah bantahan tersebut beredar, A kembali merespons melalui media sosial. Ia mengunggah sejumlah dokumen dan foto yang diklaim sebagai bukti untuk mendukung keterangannya, termasuk foto USG yang telah disamarkan identitasnya serta dokumen riwayat medis yang disebut berkaitan dengan prosedur penghentian kehamilan menggunakan obat methotrexate (MTX).
Unggah Bukti Dugaan Kekerasan
Selain dokumen medis, A juga membagikan sejumlah foto yang memperlihatkan luka pada tubuhnya. Ia mengklaim luka tersebut berkaitan dengan beberapa insiden kekerasan yang diduga dilakukan Hong Min-gi.A mengungkap salah satu kejadian terjadi pada awal Juli. Ia mengaku dipaksa berlutut di lantai hingga dini hari sebelum kemudian diseret dan didorong keluar rumah.
Menurut A, dugaan kekerasan kembali terjadi setelah dirinya menjalani terapi penghentian kehamilan pada 23 Juli. Ia mengaku mendatangi Hong Min-gi karena mengalami rasa sakit serta trauma psikologis, tetapi justru kembali mengalami tindakan yang disebutnya sebagai kekerasan.
"Dia menghantam tulang kering saya dengan pintu taksi saat hendak masuk. Selain tulang kering, dia juga memukul bahu saya dengan keras hingga saya jatuh tersungkur di atas aspal," lanjut A sambil menjelaskan foto luka yang diunggahnya.
Klaim tersebut menjadi bagian dari rangkaian pernyataan A yang sebelumnya juga menyinggung dugaan kekerasan fisik dan tindakan tanpa persetujuan selama hubungan mereka.
Agensi Hong Min-gi Siapkan Langkah Hukum
Di sisi lain, Fable Company menilai tudingan mengenai kehamilan dan aborsi merupakan persoalan serius dan sensitif. Agensi menyebut berbagai unggahan A di media sosial berisi klaim yang dianggap tidak benar dan telah memberikan dampak terhadap reputasi Hong Min-gi.Pihak agensi juga menegaskan tidak ingin terus memberikan bantahan terhadap setiap pernyataan yang disampaikan A di ruang publik.
"Kami tidak akan lagi memberikan tanggapan dengan berulang kali membantah klaim palsu dari pihak lain," tegas Fable Company.
Fable Company menyatakan telah mengamankan sejumlah bukti dan akan mengambil langkah hukum terkait kontroversi tersebut. Agensi juga meminta masyarakat tidak membuat spekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Sampai saat ini, kedua pihak masih menyampaikan versi masing-masing mengenai persoalan tersebut. Belum ada keterangan independen yang dapat memastikan seluruh klaim terkait dugaan kekerasan, kehamilan, maupun aborsi yang menjadi pokok kontroversi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda