Konser Siti Nurhaliza di Istora Senayan, Kamis, 22 Februari 2019 (Foto: Medcom.id/Purba)
Konser Siti Nurhaliza di Istora Senayan, Kamis, 22 Februari 2019 (Foto: Medcom.id/Purba)

Siti Nurhaliza: Indonesia Rumah Kedua Saya

Hiburan siti nurhaliza
Purba Wirastama • 22 Februari 2019 12:19
Jakarta: Diva pop Malaysia Siti Nurhaliza tampil dalam konser solo di Istora Senayan Jakarta pada Kamis malam, 21 Februari 2019. Indonesia menjadi negara pertama tempat konser Siti dalam rangkaian konser Asia Tenggara bertajuk Dato Sri Siti Nurhaliza on Tour.
 
Terakhir kali, pelantun lagu Cindai ini tampil dalam pertunjukan musik di Indonesia enam tahun silam. Setelah kelahiran anak pertama pada 2018, Siti mendapat tawaran untuk tur konser di beberapa negara. Indonesia menjadi negara pertama.
 
"Setelah saya hamil, melahirkan, dan ingin kembali aktif, saya ditawarkan membuat konser dan ternyata Indonesia tempat pertama. Alhamdulillah. Ini rumah kedua saya," ungkap Siti.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam konser, beberapa kali Siti berusaha membangun koneksi dengan Jakarta dan sebagian besar penonton yang memang berasal dari Indonesia. Misalnya, ketika segmen pertama untuk lagu-lagu etnik, corak batik dan wayang menjadi unsur visual dekorasi panggung. Siti menyebut bahwa mereka berbagi akar rumpun budaya yang sama.
 
Dia menceritakan satu album yang dikerjakan bersama musisi Indonesia, Glenn Fredly dan Malaysia, yaitu Transkripsi. "Album ini, di mana saya boleh katakan, 50% dari Indonesia dan 50% dari Malaysia. Album ini dapat penghargaan di Malaysia," kata Siti.
 
Siti juga menceritakan satu dua video musik yang syutingnya digarap di Indonesia. Salah satunya adalah lagu Betapa Kucinta Padamu, yang melibatkan Anjasmara sebagai pemain.
 
Jelang akhir pertunjukan, setelah aktif bercakap dan bercanda dengan penonton, Siti meminta maaf atas pelafalan bahasa Indonesia yang kurang lancar.
 
"Sudah lama saya tak cakap Indonesia. Jadi kalau saya salah, maafkan ya," ungkapnya.
 
Siti tampil dengan 20-an lagu selama 150 menit, termasuk yang paling populer di sini, Bukan Cinta Biasa dan Betapa Kucinta Padamu. Arena indoor Istora Senayan memang tidak penuh. Namun penonton tidak hanya datang dari Jakarta, melainkan juga dari Malaysia dan sejumlah daerah di Indonesia.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi