Jakarta: Macklemore menutup rangkaian konser amal Free Palestine Tour di OVO Arena Wembley, London, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Pertunjukan tersebut menjadi pemberhentian ketiga sekaligus penutup rangkaian konser Eropa yang sebelumnya berlangsung di Dublin dan Paris.
Di hadapan penonton yang memenuhi arena, rapper asal Amerika Serikat itu kembali menyuarakan dukungannya terhadap Palestina. Ia juga menyinggung kontroversi yang membuatnya dikeluarkan dari rangkaian tur Loop Ed Sheeran di Amerika Serikat.
"Jauh lebih tidak nyaman bagi saya untuk tetap diam daripada mengatakan sesuatu," ujar Macklemore, seperti dikutip The Independent.
Ia kemudian menegaskan bahwa menyampaikan sikap bukanlah tindakan heroik, melainkan bagian dari kemanusiaan.
"Saya tidak percaya bahwa mengatakan sesuatu adalah tindakan berani. Saya tidak percaya bahwa mengatakan sesuatu adalah tindakan heroik. Saya percaya bahwa mengatakan sesuatu adalah tindakan manusiawi. Anak-anak di Gaza adalah anak-anak kita. Tidak ada pemisah di antara kita," katanya.
Konser London menghadirkan sejumlah musisi, antara lain Paloma Faith, Aja Monet, Vic Mensa, Nemahsis, Lucas Jones, dan Cure for Paranoia. Greta Thunberg juga hadir, sementara sejumlah tokoh lain menyampaikan pesan melalui video. NME turut melaporkan kehadiran penyintas Holocaust Stephen Kapos dan aktivis Palestina Arab Barghouthi dalam rangkaian acara tersebut.
Macklemore juga menyinggung upaya 50 anggota House of Lords yang meminta Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, mencegahnya memasuki Inggris. Keberatan mereka berkaitan dengan Palestinian Youth Movement, salah satu organisasi yang akan menerima manfaat dari hasil konser. Namun, upaya tersebut tidak menghentikan pertunjukan di London.
"Terlepas dari apa yang dikatakan 50 anggota House of Lords, ini adalah cerita tentang kesetaraan bagi seluruh manusia di bumi," ujar Macklemore.
Seluruh hasil dari tiga konser amal di Dublin, Paris, dan London akan disalurkan kepada 12 organisasi yang mendukung masyarakat Palestina. Organisasi penerima manfaat tersebut mencakup Anera, Glia, Gaza Soup Kitchen, Taawon, HEAL Palestine, Palestinian Youth Movement, Medical Aid for Palestinians, Palestine Children's Relief Fund, Jewish Voice for Peace, dan UNRWA USA. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan kemanusiaan, layanan medis, pendidikan, advokasi, serta dukungan komunitas.
Rangkaian konser ini bermula di 3Arena, Dublin, pada 26 Oktober 2026. Macklemore tampil bersama sejumlah musisi, termasuk Hozier, Kneecap, dan Beoga. Pertunjukan kemudian berlanjut ke Accor Arena, Paris, pada 29 Oktober, dengan penampilan Aurora, Pomme, Portugal. The Man, dan sejumlah musisi lainnya.
Free Palestine Tour diselenggarakan setelah Macklemore dikeluarkan dari sisa jadwal tur Amerika Serikat Ed Sheeran. Persoalan tersebut bermula dari penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026. Saat itu, Macklemore menyampaikan dukungan kepada warga Gaza dan Tepi Barat serta menyerukan "Free Palestine" di hadapan penonton.
Ia juga membawakan “Hind’s Hall”, lagu protes yang terinspirasi oleh aksi demonstrasi mahasiswa pro-Palestina di kampus-kampus Amerika Serikat. Dalam pidatonya, Macklemore menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan Israel tidak sama dengan kebencian terhadap masyarakat Yahudi.
Pada 14 September, promotor Messina Touring Group mengumumkan bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam sisa jadwal tur Loop di Amerika Serikat. Promotor menyatakan bahwa sejumlah venue telah memberitahukan mereka tidak akan mengizinkan konser berlangsung apabila Macklemore tetap masuk dalam susunan penampil. Situasi tersebut berpotensi membuat rangkaian tur dibatalkan dan berdampak pada ratusan ribu penonton.
Ed Sheeran kemudian menjelaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore merupakan keputusan promotor, bukan dirinya. Pernyataan itu muncul setelah kontroversi mengenai kebebasan berekspresi dan posisi musisi dalam menyampaikan pandangan politik semakin meluas. Sejumlah penampil pendukung lainnya, termasuk Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga, kemudian menarik diri dari sisa jadwal tur sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore.
Setelah tidak lagi menjadi bagian dari tur Sheeran, Macklemore memilih menggelar rangkaian pertunjukan sendiri untuk menggalang dukungan bagi Palestina. Melalui tiga konser di Eropa tersebut, ia mempertemukan musisi, seniman, dan aktivis dalam sebuah acara yang menggabungkan pertunjukan musik dengan seruan solidaritas kemanusiaan.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan