Informasi kepergian Stewart disampaikan melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram resminya. Ia disebut meninggal setelah dalam waktu singkat berjuang menghadapi penyakit Alzheimer dan demensia Lewy body.
Kepergian Stewart menjadi kehilangan besar bagi dunia seni peran. Selama puluhan tahun berkarya, ia dikenal lewat suara baritonnya yang khas, pembawaan yang berwibawa, serta kemampuan akting yang membuatnya mampu tampil menonjol dalam berbagai genre, mulai dari drama klasik hingga film fiksi ilmiah dan superhero.
Pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram tersebut turut mengenang kemampuan Stewart dalam menghidupkan karakter dan menyampaikan beragam sisi kehidupan manusia lewat setiap penampilannya.
“Suara khasnya yang menggema dan bakatnya yang luar biasa akan selalu lekat dengan penampilan-penampilan yang tak terlupakan dalam berbagai genre,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Warisan Stewart juga terlihat dari perannya dalam menghadirkan kisah-kisah penuh harapan melalui dunia fiksi ilmiah. Salah satunya sebagai kapten pesawat luar angkasa Enterprise dalam semesta Star Trek, yang menjadikannya salah satu figur paling ikonis dalam sejarah waralaba tersebut. Ia juga meninggalkan jejak kuat lewat karakter Professor X di semesta X-Men.
Sebelum dikenal luas oleh penonton layar lebar dan televisi, Stewart lebih dulu mengasah kemampuan aktingnya melalui panggung teater. Ia mengawali karier dengan mendalami drama klasik Inggris dan menghabiskan lebih dari dua dekade bersama Royal Shakespeare Company (RSC).
Pengalaman panjang di dunia teater membentuk ciri khas akting Stewart, terutama dalam hal artikulasi, penguasaan dialog, dan penghayatan karakter. Modal tersebut kemudian membawanya merambah industri film dan televisi internasional pada era 1980-an.
Namanya mulai dikenal secara global setelah terpilih memerankan Kapten Jean-Luc Picard dalam Star Trek: The Next Generation, yang tayang pada 1987 hingga 1994. Karakter tersebut menjadi salah satu peran paling melekat dalam perjalanan kariernya dan membuat Stewart identik dengan semesta Star Trek.
Popularitasnya semakin meluas ketika ia memerankan Professor Charles Xavier atau Professor X dalam waralaba film X-Men pada era 2000-an. Lewat karakter pemimpin kelompok mutan tersebut, Stewart berhasil memperkenalkan sosok yang dikenal bijaksana dan menjunjung tinggi perdamaian kepada generasi penonton yang lebih luas.
Dedikasinya terhadap dunia seni peran mendapat pengakuan dari Kerajaan Inggris. Pada 2010, Ratu Elizabeth II menganugerahkan gelar kebangsawanan atau knighthood kepada Stewart atas kontribusinya dalam bidang seni drama.
Dari panggung Shakespeare hingga waralaba film berskala global, Patrick Stewart meninggalkan jejak panjang yang melampaui satu generasi penonton. Namanya akan terus dikenang melalui karakter-karakter ikonis yang pernah ia hidupkan sepanjang kariernya.
Baca Juga :