Lagu “Mengheningkan Cipta” karya Truno Prawit memiliki makna mendalam dan bukan sekadar lagu yang dipakai saat upacara. Lagu ini dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur. Masyarakat Indonesia didorong untuk terus bersyukur kepada Tuhan atas kemerdekaan Indonesia yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa.
Sejarah Lagu “Mengheningkan Cipta” - Truno Prawit
'Mengheningkan Cipta' diciptakan oleh seorang musisi asal Solo, Truno Prawit. Lagu tersebut pertama kali dibawakan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1958. Kala itu, Soekarno tengah melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan di Ambon. Upacara ini sekaligus untuk mengumpulkan dukungan bagi upaya pembebasan Irian Barat.Baca Juga :
Klarifikasi LMKN: Lagu "Indonesia Raya" Berstatus Public Domain, Tak Perlu Bayar Royalti
Sejak saat itu, lagu “Mengheningkan Cipta” menjadi salah satu lagu wajib nasional yang harus dibawakan saat pelaksanaan upacara hingga sekarang. Ketika lagu ini diputar, para peserta pun wajib menundukkan kepala dengan khidmat hingga lagu selesai.
Lirik Lagu “Mengheningkan Cipta” - Truno Prawit
Dengan seluruh angkasa raya memuji
Pahlawan negara
Nan gugur remaja diribaan bendera
Bela nusa bangsa
Kau kukenang wahai bunga putra bangsa
Harga jasa
Kau cahya pelita
Bagi Indonesia merdeka
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News