Jangar (Foto; dok. Jangar)
Jangar (Foto; dok. Jangar)

Jangar Suarakan Perlawanan terhadap Represi lewat Single "Air Keras"

Basuki Rachmat • 08 September 2026 21:13
Ringkasnya gini..
  • Jangar merilis single "Air Keras" sebagai pembuka menuju album kedua Raja Pasir.
  • Lagu "Air Keras" mengkritik tindakan represif kekuasaan serta pembatasan ruang diskusi.
  • Jangar mengajak masyarakat melawan sistem yang cacat menggunakan akal dan kata-kata.
Jakarta: Kuartet rock asal Denpasar, Bali, Jangar, kembali menyuguhkan karya terbaru melalui single bertajuk “Air Keras”. Dirilis melalui Silver Records, lagu ini menjadi pembuka perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir , yang dijadwalkan meluncur pada 6 Oktober 2026.

Jangar yang diperkuat Pasek Darmawaysya (drum), Dewa Adi Sanjaya (gitar), Rai Biomantara (bass), dan Gusten Keniten (vokal) mengangkat kritik terhadap tindakan represif kekuasaan melalui “Air Keras”. Lagu ini menyoroti bagaimana kebebasan ruang semakin menyempit ketika kritik dan perbedaan pendapat yang berhadapan dengan penguasaan kepentingan.

"Tindakan-tindakan represif bukanlah hal baru. Dalam sejarah umat manusia, berbagai kejadian telah menunjukkan bagaimana kekuatan mengutuk peradaban. Kuasa adalah kontrol, kontrol berarti meniadakan kebebasan, menyaring informasi, dan membuka ruang diskusi," ungkap Pasek dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id.

Menurut Pasek, kekuasaan justru memiliki satu hal yang paling ditakuti, yakni kekuatan kata-kata. Baginya, kata-kata memiliki kemampuan untuk menggerakkan banyak orang, mengubah keadaan, bahkan mengguncang sebuah sistem.

"Itulah hal yang paling ditakuti oleh kekuasaan, bukan pedang atau senjata api, melainkan kata-kata. Kata-kata bisa menggerakkan massa, kata-kata bisa membenarkan fakta, bahkan bisa menjatuhkan satu negara," lanjutnya.

Pemilihan tajuk “Air Keras” pun menjadi simbol tekanan yang sering menghadap masyarakat ketika berani menyampaikan kritik terhadap pemilik kekuasaan maupun aparat yang berada di belakangnya. Meski mengusung semangat perlawanan, Jangar menegaskan bahwa lagu ini tidak mengajak pendengarnya untuk membalas dengan kekerasan.
 
“'Air Keras' adalah ajakan untuk sadar, ajakan untuk mengangkat senjata dan melawan sistem yang cacat, tidak dengan kekerasan, tapi dengan senjata yang kita miliki sejak bisa menulis dan membaca, yaitu akal dan kata-kata,” ujar Pasek.

Pembuka Menuju Album Kedua Jangar


“Air Keras” menjadi langkah awal Jangar menuju perilisan Raja Pasir, album penuh kedua mereka setelah Jelang Malam yang dirilis pada 2019. Album tersebut juga menandai rilisan panjang terbaru Jangar setelah mereka lebih dulu melepas mini album Malam pada 2024.

Bersamaan dengan perilisan single, Jangar ikut memperkenalkan artwork untuk album Raja Pasir. Dalam proyek kali ini, mereka kembali menggandeng Morrgth, seniman visual sekaligus bassis Rajasinga yang sebelumnya juga menggarap artwork album Jelang Malam.

Untuk Raja Pasir, Jangar menginginkan visual yang menggambarkan suasana gurun yang sunyi dan misterius, namun tetap menghadirkan kesan panas, tandus, dan gerah.

"Di era gempuran kecerdasan buatan, kami menginginkan sentuhan tangan dan kepiawaian Morgan, yang menerjemahkan desain sampul kami menjadi pernyataan. Goresan cat air pada kertas bertekstur, tumpahnya isi kepala menjadi sketsa dan warna, adalah sebuah fetish yang tidak bisa kita dapatkan dengan prompt. Bukan anti kemajuan, tapi apakah menumpulkan kemampuan manusia juga disebut kemajuan?" ungkap Pasek.
 

Perjalanan menuju album Raja Pasir masih akan berlanjut. Setelah “Air Keras”, Jangar dijadwalkan merilis dua lagu dalam format maxi single pada 16 September 2026. Seluruh rangkaian rilisan tersebut kemudian akan bermuara pada peluncuran album Raja Pasir pada 6 Oktober 2026.

Bagi Sobat Medcom yang penasaran, single “Air Keras” sudah dapat kalian dengarkan melalui berbagai platform musik digital.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA