Arthur Kaunang (Medcom/Basuki)
Arthur Kaunang (Medcom/Basuki)

Kisah Band Rock Ikonik AKA Dicekal Pemerintah Gara-Gara Dianggap Seronok

Basuki Rachmat • 09 September 2026 13:55
Ringkasnya gini..
  • Arthur Kaunang mengenang masa band rock legendaris AKA sempat dicekal pemerintah.
  • AKA pernah diskors di Solo dan Surabaya akibat aksi panggung Ucok Harahap yang ekstrem.
  • Usai minta maaf dan izin manggung dipulihkan, Ucok justru tampil memakai blangkon.
Jakarta: Lanskap musik rock Indonesia pada era 1970-an menyimpan jejak sejarah yang tak hanya riuh oleh distorsi gitar, tetapi juga sarat dengan eksperimentasi budaya yang teramat berani. Legenda musik rock Tanah Air, Arthur Kaunang, kembali mengenang masa-masa liar ketika grup musik rock bentukannya, AKA, sempat dicekal oleh pemerintah akibat aksi teatrikal panggung yang kelewat ekstrem.

AKA sendiri merupakan unit rock legendaris asal Surabaya yang resmi berdiri pada 23 Mei 1967. Dihuni oleh Ucok Harahap (vokal utama/organ), Arthur Kaunang (bas/vokal), Soenata Tanjung (gitar utama), dan Syech Abidin (drum), band ini lahir di tengah gelombang musik cadas global yang kala itu diinvasi oleh nama-nama besar seperti Led Zeppelin dan Deep Purple.

Nama AKA sendiri dipetik dari akronim Apotek Kali Asin, lokasi markas sekaligus tempat latihan rutin mereka di kawasan Jalan Kaliasin, Surabaya yang merupakan sebuah bangunan milik orang tua sang frontman, Ucok Harahap.

Di lini musikalitas, AKA dikenal memiliki dualitas karya yang unik. Mereka mampu memuntahkan karya-karya hard rock dan psychedelic berbahasa Inggris yang garang nan penuh distorsi seperti "Crazy Joe" dan "Cruel Side of the Suez War". 

Namun di sisi lain, mereka juga piawai menetaskan nomor-nomor ballad atau slow rock berbahasa Indonesia yang mendayu-dayu, salah satunya "Badai Bulan Desember" ciptaan Ucok yang sangat berkuasa di udara lewat radio-radio era tersebut.

Namun, bukan hanya musik yang membuat AKA tercatat dalam sejarah rock Indonesia. Grup ini juga dikenal berkat konsep pertunjukan live yang tidak biasa. Ucok Harahap menjadi sosok sentral dalam aksi panggung teatrikal yang kerap mengusung nuansa horor dan penuh kejutan yang belum pernah ada tandingannya di Indonesia saat itu.

Dalam sejumlah penampilannya, Ucok pernah tampil dengan berbagai atraksi ekstrem, mulai dari digantung dalam posisi terbalik dengan kaki terikat, masuk ke dalam peti mati, mendapat cambukan dari figur algojo, hingga melakukan adegan yang seolah-olah meminum darah binatang di atas panggung.

ucok
Aksi Ucok Harahap saat tampil digantung (Foto: Akun facebook @MamaCerdas)

Aksi tersebut membuat penampilan AKA menjadi pembicaraan sekaligus memicu kontroversi. Di sejumlah kota, pertunjukan mereka bahkan sempat diwarnai kerusuhan karena dianggap terlalu ekstrem untuk ukuran pertunjukan musik pada masa itu.
   

AKA Pernah Dicekal di Solo & Surabaya Gara-gara Aksi Ucok 

AKA Band
AKA Band (Foto: dokumentasi arsip Kamar Musik)

Salah satu aksi Ucok yang paling membekas bagi Arthur terjadi ketika AKA membawakan lagu cover "Sex Machine" milik James Brown. 

Arthur menceritakan pengalaman tersebut ketika ditemui Medcom.id di kantor demajors, Jakarta Selatan, Selasa, 8 September 2026. Ia mengatakan aksi Ucok kala itu dianggap terlalu vulgar hingga membuat AKA dicekal tampil di Solo dan Surabaya.

​"Kalau di zaman saya, AKA penampilan dari Ucok itu yang seronok yang membuat sampai pemerintah (menindak). Waktu itu mulai dari mana ya, Solo. Jadi dia tampil membawakan lagu dari James Brown, 'Sex Machine'," tutur Arthur.

Menurut Arthur, Ucok bahkan melepas pakaiannya satu per satu di atas panggung dan melanjutkannya dengan adegan seksual sebagai bagian dari pertunjukan pada saat itu.

​"Dia tampil seronok gitu sampai melepas satu per satu bajunya, jalan di atas panggung terus melakukan adegan seks. Waduhh di skors kita," lanjutnya

Akibat aksi tersebut, AKA disebut tidak diperbolehkan tampil di Solo selama beberapa bulan yang kemudian menjalar hingga ke kota asal mereka, Surabaya.

"Diskorsnya pokoknya enggak boleh manggung di Solo, sempat beberapa bulan terus berimbas juga ke Surabaya," terang Arthur.

Setelah menjalani masa larangan tampil, AKA akhirnya menyampaikan permintaan maaf resmi kepada pemerintah Solo guna memulihkan nama baik mereka.

Menariknya, ketika AKA kembali mendapat izin untuk tampil secara live, Ucok justru merespons pencabutan sanksi tersebut dengan aksi gimik yang membuat Arthur tertawa ketika mengenang kembali momen lucu tersebut.

"Akhirnya kita ada permintaan maaf ke pemerintah Solo. Lucunya begitu kita sudah diizinkan lagi, Ucok tampil pakai blangkon hahahaha wah lucu," ungkap Arthur sembari tertawa lepas mengenang tingkah mendiang sahabatnya tersebut.

Bagi Arthur, berbagai kontroversi yang mengiringi perjalanan AKA justru menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan musik rock Indonesia. Aksi panggung yang kala itu dianggap berlebihan turut menunjukkan keberanian para musisi dalam mengeksplorasi bentuk pertunjukan di luar pakem dari arus musik mainstream di era tersebut.

"Memang kontroversial pada waktu itu, sehingga kita membuat khazanah musik Indonesia cukup heboh," tutup Arthur Kaunang.
 

Baca Juga :

Aksi Panggung Eksentrik Band AKA Ternyata Lebih Dinikmati Penonton

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA