Meski unggahan di platform Truth Social itu sudah dihapus, vokalis band The White Stripes, kembali mempermasalahkan foto tersebut. Tak hanya kepada Trump, ia juga mempertanyakan mereka yang masih mendukungnya.
“Hai, para Kristen evangelis? Ingat si Antikristus yang selama ini kalian ribut-ributkan, dan bagaimana dia akan menampilkan diri sebagai sosok yang mirip Kristus serta memicu akhir zaman melalui perang terakhir di Timur Tengah yang melibatkan Yerusalem? Nah... lihatlah sosok yang kalian tunggu-tunggu itu sekarang!” tulisnya via akun Instagram @officialjackwhite, Selasa (14/4).
Pelantun “Seven Nation Army” ini juga menyoroti catatan kriminal Donald Trump beberapa tahun ke belakang, seperti berkas Epstein yang menunjukkan kedekatan dirinya dengan pelaku serta upaya untuk merebut Venezuela dan Kuba.
Ia berharap bahwa unggahan Trump yang telah menyenggol agama Abrahamik ini mampu menyadarkan mereka.
“Dengar, jika kejahatan berat, berkas Epstein, pemerkosaan, pengeboman anak-anak sekolah, agen ICE yang bertindak seperti Gestapo menyerang warga negaranya sendiri, serta ancaman untuk menyerang Greenland, Kuba, Venezuela, dan Iran belum meyakinkan kalian bahwa kalian telah tertipu oleh penipu gila ini, mungkin postingan kecil ini bisa?” harap White.
Jack White pun merasa heran terhadap para pemeluk agama Kristen-Katolik yang masih memberikan dukungan kepada Donald Trump. Ia juga mengingatkan kembali tentang omongan Trump yang menyerang Paus Leo berkali-kali.
“Bagaimana mungkin seorang yang mengaku Kristen bisa mendukungnya setelah penghujatan ini? Bagaimana mungkin seorang Katolik bisa mendukungnya setelah dia menyerang karakter Paus mereka berkali-kali? Bagaimana bisa jutaan orang tertipu oleh penipu ini?” serang White.
Lanjutnya, “Dia sudah pasti menjadi Presiden terburuk dalam sejarah Amerika, tapi aku akan mengambil kehormatan untuk menyebut Trump sebagai ‘Orang Amerika Terburuk Sepanjang Masa.’”
Di akhir kata, rocker berusia 50 tahun ini mencermati gambar AI dari Trump yang seolah-olah sedang menyembuhkan orang sakit; sama seperti kekuatan Yesus. Ia mengutip beberapa pembela Presiden AS itu yang menyebut bahwa Trump sedang menjadi “dokter Palang Merah.”
“Dia berbohong, lalu berbohong tentang kebohongannya, lalu memperkuat kebohongan itu dengan kebohongan lain, dan mereka terus saja tertipu,” pungkasnya.
Diketahui bahwa White secara konsisten mengkritik Donald Trump sejak ia mengumumkan pencalonannya sebagai presiden untuk pertama kalinya pada tahun 2016.
Unggahan Trump yang seolah-olah menyamakan dirinya dengan Mesias Kristen itu muncul hanya sehari setelah ia melontarkan serangan pedas terhadap Paus Leo XIV di platform Truth Social miliknya.
Ia menyebut bahwa sikap Paus dalam menangani kejahatan sangat lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Bahkan, Trump sempat memperkuat kritik ini dan menilai kalau Paus Leo tidak seharusnya tidak terlibat dalam politik.
Trump menambahkan, "Saya tidak ingin ada Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat karena saya sedang melakukan persis apa yang saya pilih untuk lakukan, DENGAN KEMENANGAN TELAK."
Gambar yang dihasilkan AI itu memperlihatkan dirinya sebagai Yesus yang sedang menyembuhkan seorang pria tak dikenal. Di belakangnya, jet tempur, elang, dan personel militer melintas di langit. Bendera Amerika Serikat beserta beberapa monumen bersejarah tampak memenuhi gambar itu.
Ketika ditanya tentang hasil AI tersebut oleh awak media Gedung Putih, ia menjelaskan, "Saya memang mengunggahnya, dan saya mengira itu adalah saya sebagai seorang dokter. Dan itu berkaitan dengan Palang Merah, sebagai pekerja Palang Merah, yang kami dukung."
Setelah memerintahkan layanan makanan daring ke Gedung Putih untuk mempromosikan kebijakannya yang tidak mengenakan pajak atas tip, Trump menambahkan, "Itu seharusnya saya sebagai seorang dokter, menyembuhkan orang. Dan saya memang menyembuhkan orang. Saya membuat orang jauh lebih baik."
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News