Film Para Perasuk juga diperkuat jajaran pemain ternama, seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, hingga Chicco Kurniawan. Angga Yunanda dipercaya memerankan karakter utama Bayu.
Angga Yunanda mengungkapkan bahwa ia sempat kebingungan saat pertama kali membaca skenario. Menurutnya, banyak adegan yang terasa tidak biasa dan berada di luar bayangannya sebagai aktor.
“Pertama kali baca skenarionya langsung punya pertanyaan, gimana aktingnya? Gue kayak, gimana cara gue bisa deliver apa yang ada di otaknya kak Wregas gitu. Karena baru baca kayak scene satu ditampar sosis, gue kayak ‘ditampar sosis?’ oke, gimana tuh? Terus tiba-tiba dituang galon, gue kayak oke,” cerita Angga.
Namun, setelah memahami cerita lebih dalam, Angga mengaku perspektifnya berubah. Ia menilai film ini memiliki kedalaman emosional yang kuat dan menghadirkan pengalaman menyenangkan selama proses mendalami karakter.
“Tapi ternyata wah sangat dalam banget gitu ya. Mungkin di sepertiga film tuh aku ngeliat kayak wah banyak banget perasaan yang menyenangkan gitu ya.” lanjutnya.
Seiring perjalanan cerita, Angga juga merasakan bahwa karakter Bayu menyimpan beban emosional yang cukup berat. Ia menilai Bayu adalah sosok yang memiliki ambisi besar hingga berubah menjadi obsesi, sehingga membuatnya rela mengorbankan banyak hal.
“Ada perasaan yang sebenernya cukup remuk gitu ya karena aku ngeliat Bayu terus jadi ikut merasakan gimana dia berusaha keras untuk bisa menggapai mimpi dan impiannya gitu tapi mungkin saking kerasnya dia berusaha awalnya mungkin itu menjadi ambisi sampai akhirnya itu menjadi obsesi yang gak bisa dihentikan gitu ya, yang berakibat ya banyak hal yang harus dikorbankan dirinya sendiri, orang lain gitu bahkan mungkin ya.” ucap Angga.
Untuk mendalami peran tersebut, Angga menyebut dirinya harus menjalani proses panjang. Ia mengikuti berbagai persiapan selama dua bulan, termasuk workshop, reading, hingga sesi latihan bersama Wregas Bhanuteja.
“Selama 2 bulan ini banyak yang kita lakuin gitu, mulai dari workshop, reading, 101 bareng sama kak Wregas, terus ini salah satunya melintah gitu ya. Jadi selama dua bulan belajar melintah, sampai perutnya keram gitu ya.” lanjutnya.
Dari proses latihan itu, Angga merasa dirinya mengalami perubahan dalam mengontrol tubuh dan emosi. Ia mengaku kini lebih mampu pasrah dan membiarkan tubuh bergerak secara natural sesuai kebutuhan adegan, meski tetap harus disertai dorongan dari dalam diri.
“Setelah belajar ini aku jadi lebih berpasrah sih, kayak merelakan tubuh kita buat bergerak sesuai kemauannya. Tapi tetap harus ada dorongan dari dalam diri juga," kata Angga.
Angga juga mengungkap salah satu tantangan ekstrem yang harus ia jalani adalah memainkan alat musik slompret dalam posisi terbalik. Adegan tersebut membuatnya harus melatih kestabilan tubuh sekaligus kekuatan fisik dalam waktu lama.
“Terus latihan slow breath itu juga jadi salah satu yang paling berat. Aku baca di skenario, Bayu main slompret sambil terbalik, gue kayak ‘oke gue harus nyiapin tenaga gue gitu untuk bisa stabil’ gitu, memainkan slompret sambil kebalik gitu, berjam-jam gitu.” ujarnya.
Film Para Perasuk dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026. Sebelumnya, film ini telah ditayangkan perdana pada 24 Januari 2026 di Festival Film Sundance 2026 dan berkompetisi dalam kategori World Cinema Dramatic Competition.
(Maiza Jasmine A.R)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News