Sebagai tontonan awal tahun, Sebelum Dijemput Nenek menawarkan pengalaman yang berbeda. Ketegangan khas film horor hadir berdampingan dengan humor yang muncul dari interaksi antar karakter.
Antusiasme publik semakin terasa sejak trailer resmi dirilis. Tidak sedikit yang membandingkan nuansa horor-komedinya dengan film-film Thailand yang dikenal sukses meramu rasa takut dan tawa secara seimbang.
Salah satu aspek yang paling menyita perhatian adalah kehadiran Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar bernama Hestu dan Akbar. Isu “kembar Dodit–Angga” pun langsung viral.
Baca Juga :
Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto Ternyata Kembar
Banyak warganet menilai keduanya terlihat semakin mirip di layar, bahkan muncul julukan unik seperti “Dodit Yunanda” hingga perbandingan Dodit dengan aktor Thailand Mario Maurer versi lokal.
Perbedaan karakter keduanya menjadi sumber dinamika cerita. Hestu digambarkan sebagai sosok yang dingin dan memendam amarah, sementara Akbar tampil lugu, santai, dan sangat dekat dengan sang Nenek. Kontras inilah yang membuat konflik dan komedi terasa mengalir tanpa dipaksakan.
Angga Yunanda mengaku sangat antusias terlibat dalam film ini karena menjadi pengalaman pertamanya bermain di genre horor-komedi.
“Begitu ditawari film ini, aku langsung tertarik karena ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Di film ini aku bisa serius, bisa tegang, tapi juga harus lucu. Respons beragam yang bilang film ini seru dan lucu bikin aku makin nggak sabar nunggu penonton nonton langsung di bioskop,” ujar Angga.
Dodit Mulyanto pun merasakan hal serupa saat membangun chemistry dengan Angga. “Yang paling seru dari film ini justru saat karakter kami saling bertabrakan. Hestu serius dan kaku, Akbar santai dan apa adanya. Dari situ komedinya muncul tanpa harus dipaksakan. Aku merasa humornya hidup karena situasinya dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Dodit.
Sutradara Fajar Martha Santosa menjelaskan bahwa keseimbangan antara horor dan komedi menjadi kunci utama dalam penggarapan film ini.
“Sejak awal saya ingin horor dan komedi di film ini berjalan beriringan, bukan saling meniadakan. Ketegangan tetap dibangun, tapi karakter-karakternya memberi ruang untuk tertawa. Dodit dan Angga memberi warna yang sangat kontras, dan kontras itulah yang membuat ceritanya terasa lebih manusiawi dan menghibur,” ungkap Fajar Martha Santosa.
Baca Juga :
Jadi Hantu di Film Sebelum Dijemput Nenek, Wajah Sri Isworowati Dilem 2 Jam Tiap Syuting
Selain dua pemeran utama, Sebelum Dijemput Nenek juga didukung oleh jajaran pemain pendukung yang kuat. Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek Novian turut memberi warna tersendiri. Tidak hanya itu, sejumlah cameo seperti Eri Pras dan Tante Ernie juga disebut-sebut akan menjadi kejutan yang mencuri perhatian penonton.
"Film ini memadukan mitos kematian, konflik keluarga, dan komedi karakter dalam satu cerita yang utuh. Selain itu, Sebelum Dijemput Nenek juga menjadi debut penyutradaraan Fajar Martha Santosa, sejalan dengan komitmen kami memberi ruang bagi talenta-talenta baru," kata Produser Sunil Samtani.
"Komentar penonton di media sosial yang menyebut film ini lucu, seru, dan punya vibe horor-komedi yang kuat menjadi semangat bagi kami. Harapannya, penonton bisa tertawa, tegang, lalu tertawa lagi dan pulang dari bioskop dengan perasaan terhibur,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News