"Auranya masih terasa sebenarnya menurut gue kayak musik mereka bakal hidup selamanya," kata Laze di Jakarta Selatan.
Rasa gugup itu juga muncul ketika Laze bisa berhadapan langsung dengan musisi legenda yang dulu hanya bisa disaksikan melalui televisi.
"Gue gugup sebagai manusia saja bukan senior junior. Gue bisa bilang mungkin karena gue tumbuh sama musik mereka. Menurut gue sama saja kayak manusia lain yang nonton mereka di TV jadi kayak 'ini beneran nih'?" kata Laze.
Berpaku pada pepatah lama "Tak kenal maka tak sayang", Laze yang baru pertama bertemu dengan para musisi merasa masih canggung. Dia pun merasakan adanya gap.
"Karena belum kenal mungkin gap itu buat gue ada," kata Laze.
"Dan merekalah yang menurut gue bikin pondasi untuk musik Indonesia itu ada jadi bisa bayangin lah gue se-nervous apa," tukasnya.
Lebih dari 60 pelaku musik lintas generasi lintas genre akan tampil dalam Musik untuk Republik. Acara ini digelar 18-20 Oktober 2019 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News