David Tarigan bersama perwakilan dari KOCCA (Foto: Medcom/Basuki)
David Tarigan bersama perwakilan dari KOCCA (Foto: Medcom/Basuki)

Bukan Cuma K-Pop, KOCCA Kenalkan Wajah Lain Musik Korea lewat Korea Spotlight Jakarta

Basuki Rachmat • 28 Agustus 2026 13:00
Ringkasnya gini..
  • Korea Spotlight Jakarta buka peluang kolaborasi industri kreatif Indonesia-Korea melalui jejaring musik dan proyek berkelanjutan.
  • KOCCA memperkenalkan empat musisi Korea non-K-Pop lewat Korea Spotlight Jakarta untuk memperluas wawasan musik Korea di Indonesia.
  • Empat musisi alumni Muse On tampil perdana di Indonesia lewat Korea Spotlight Jakarta sebelum melanjutkan panggung di AXEAN Festival 2026, Bali.
Jakarta: KOCCA (Korea Creative Content Agency) menggelar kegiatan Networking Event dan Music Performances bertajuk Korea Spotlight Jakarta yang tujuannya untuk berkenalan dan berjejaring dengan pelaku industri musik dan kreatif di Indonesia dengan Korea Selatan.
 
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya KOCCA bersama Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan (MCST) untuk memperluas jangkauan musisi Korea ke pasar internasional, termasuk Indonesia.
 
Bertempat di Coma & Live House M Bloc Space, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Agustus 2026, kegiatan ini diawali dengan sesi Market Introduction Panel. 

Pengamat musik sekaligus pegiat industri kreatif, David Tarigan, menjelaskan bahwa Korea Spotlight tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku industri dari kedua negara untuk saling mengenal dan membangun koneksi.
 
David menyebut, hubungan yang terbangun melalui program tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang.
 
"Korea Spotlight digelar oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan (MCST) bersama Korea Creative Content Agency (KOCCA). Tujuan penyelenggaraan program Korea Spotlight di Indonesia kali ini adalah untuk terhubung dan membangun hubungan dengan para pemangku kepentingan industri kreatif di Indonesia," ungkap David Tarigan.
Ia menambahkan, jejaring yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada sektor musik. Menurutnya, kerja sama Indonesia dan Korea Selatan berpeluang berkembang ke berbagai proyek kreatif yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi kedua negara.
 
"Ke depannya, kami berharap inisiatif ini bisa membuka lebih banyak peluang kolaborasi antara kedua negara, bukan cuma di bidang musik, tetapi juga lewat proyek-proyek jangka panjang yang berkelanjutan dan bisa ikut mendorong perkembangan ekonomi kreatif di kedua negara," lanjutnya.

Kenalkan Wajah Lain Musik Korea

Selain menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri, Korea Spotlight Jakarta juga menjadi panggung untuk memperkenalkan sejumlah musisi Korea Selatan kepada penikmat musik Indonesia.
 
Dalam kesempatan tersebut, KOCCA memperkenalkan empat artis, yakni can’t be blue, MRCH, Nerd Connection, dan Silly Silky. Keempatnya mendapat kesempatan untuk tampil secara perdana di Indonesia.
 
Keempat musisi tersebut merupakan alumni program Muse On, sebuah program penemuan dan pengembangan talenta yang digagas KOCCA untuk mendukung musisi-musisi baru Korea Selatan.
 
Perwakilan KOCCA menilai, musik Korea selama ini masih kerap identik dengan K-Pop. Padahal, industri musik Negeri Ginseng memiliki spektrum genre yang jauh lebih luas.
 
"Kalau ngomongin musik Korea, orang biasanya langsung kepikiran K-Pop. Padahal, K-Pop itu sebenarnya istilah yang sangat luas. Di dalamnya ada hip-hop, indie-pop, indie-rock, R&B, musik kontemporer, dan masih banyak lagi. Jadi, ada begitu banyak kategori musik Korea yang mungkin belum banyak dikenal," tutur perwakilan dari pihak KOCCA.
 
Melalui penampilan empat musisi tersebut, KOCCA ingin memberikan gambaran mengenai keragaman musik Korea yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat Indonesia.
 
"Hari ini, kami menghadirkan indie-pop, indie-rock, dan beberapa jenis musik Korea yang lebih beragam. Bisa dibilang, ini semacam sneak peek atau gambaran kecil tentang seperti apa musik Korea yang sebenarnya," lanjutnya.
Menurut KOCCA, memperkenalkan keragaman musik Korea menjadi salah satu bagian penting dari misi mereka. Indonesia pun dinilai sebagai salah satu pasar yang potensial karena tingginya minat masyarakat terhadap berbagai bentuk konten dari Korea Selatan.
 
Bukan Cuma K-Pop, KOCCA Kenalkan Wajah Lain Musik Korea lewat Korea Spotlight Jakarta
Silly Silky saat tampil showcase di M Bloc Space (Foto/Basuki Rachmat)
 
"Salah satu peran KOCCA adalah memperkenalkan keberagaman musik Korea. Musik Korea jelas sangat beragam dan sekarang juga semakin mendapat perhatian dari pendengar di luar negeri, termasuk Indonesia. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan konsumsi konten Korea yang cukup tinggi," ungkapnya.
Oleh karena itu, pihak KOCCA pun berharap Korea Spotlight Jakarta dapat menjadi pintu masuk bagi pendengar Indonesia untuk mengenal lebih jauh musik Korea di luar arus utama K-Pop.
 
"Jadi, saya berharap acara hari ini bisa menjadi kesempatan yang menyenangkan untuk mengenal musik Korea lebih jauh dan menemukan sesuatu yang berbeda di luar K-Pop," tutup pihak KOCCA.
 
Tak berhenti di Jakarta, keempat musisi tersebut juga akan melanjutkan perjalanan mereka di Indonesia dengan tampil dalam AXEAN Festival 2026. can’t be blue, MRCH, Nerd Connection, dan Silly Silky dijadwalkan meramaikan AXEAN Festival yang akan berlangsung di Jimbaran Hub, Bali, pada 29–30 Agustus 2026.
 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA