Endah Widiastuti (sisi tengah) dan Rhesa Aditya (sisi kiri) ketika wawancara dalam acara Shindhu's Scoop. (Foto: youtube/Medcom id
Endah Widiastuti (sisi tengah) dan Rhesa Aditya (sisi kiri) ketika wawancara dalam acara Shindhu's Scoop. (Foto: youtube/Medcom id

Endah N Rhesa Sempat Berdebat saat Garap Album Baru, Ini Alasannya

Elang Riki Yanuar • 28 Agustus 2026 08:17
Ringkasnya gini..
  • Endah n Rhesa ungkap perbedaan cara memproses duka dan dinamika perdebatan di studio yang justru mempererat hubungan mereka.
  • Penggarapan lagu Terang Bulan padukan lirik sedih dengan melodi ringan atas masukan Rhesa untuk menyeimbangkan emosi Endah.
  • Lagu Merelakanmu dinilai berat untuk dibawakan di panggung sehingga butuh penyesuaian aransemen agar Endah tak menangis.
Jakarta: Duo musisi Endah N Rhesa mengungkapkan bahwa keduanya memiliki cara yang berbeda dalam memproses rasa duka. Dalam acara Shidus Scoop yang diunggah pada kanal YouTube Medcom (18/8/2026), mereka menceritakan bagaimana perbedaan pandangan dan perdebatan di studio justru menjadi sarana untuk mempererat hubungan serta menjaga kejujuran dalam berkarya.
 
Saat ditanya mengenai cara menyampaikan perasaan dan proses penyelarasannya, Endah menjelaskan bahwa adu argumen sebagai pasangan terkadang terbawa hingga ke studio produksi.
 
"Argumen itu terbawa sampai studio. Mas Rhesa perasaannya cepat sekali kembali stabil, sementara saya cenderung membutuhkan waktu lebih lama," ujar Endah.
 
Rhesa memperjelas perbedaan karakter mereka melalui sebuah perumpamaan. "Ibaratnya, terowongan proses emosional Mbak Endah itu lebih panjang," tutur Rhesa.

Endah menambahkan, Rhesa memahami dampak emosional tersebut terhadap dirinya. Oleh karena itu, Rhesa berusaha agar dinamika perdebatan di studio tidak berlangsung terlalu lama.
 

Mini Album yang Mempererat Hubungan

Dalam proses pembuatan mini album terbaru, Endah N Rhesa memilih untuk tidak melibatkan pihak ketiga. Keputusan ini justru semakin mendekatkan hubungan mereka sebagai pasangan suami istri sekaligus rekan bermusik.
 
"Menurut saya, ini kesempatan baik untuk membuat kami makin lekat. Di situlah ada proses adu argumen dan perdebatan," kata Endah.
 
Rhesa mencontohkan dinamika tersebut saat penggarapan lagu "Terang Bulan." Endah sempat merasa aransemen lagu tersebut terlalu riang untuk sebuah lagu bertekstur sedih. Perbedaan persepsi ini terjadi karena takar duka yang dirasakan masing-masing memang berbeda.
 

Proses Kreatif Lagu "Terang Bulan"

Bagi Endah, karya ini menjadi wadah untuk mendokumentasikan emosi yang sedang ia alami sekaligus media pelepasan (relief). Rhesa kemudian memberikan banyak masukan untuk mengimbangi emosi tersebut.
 
"Mas Rhesa memberikan banyak masukan. Meski liriknya sedih, irama dan melodinya dirajut agar terasa lebih ringan (light). Ternyata cara ini sangat membantu saya saat proses produksi hingga bisa menceritakannya seperti sekarang," ungkap Endah.
 

Tantangan Membawakan "Merelakanmu" di Atas Panggung

Selain "Terang Bulan," lagu lain yang memberikan tantangan emosional adalah "Merelakanmu". Endah mengaku tidak mudah membawakan lagu tersebut secara langsung di panggung.
 
"Setelah penggarapan dan peluncuran single pertama, Merelakanmu, ternyata membawakannya di atas panggung itu setengah mati," aku Endah.
 
Merespons hal tersebut, Rhesa mengambil langkah teknis untuk membantu pasangannya. "Kami harus membuat aransemen khusus supaya Mbak Endah tidak menangis saat tampil di atas panggung," tutup Rhesa.
 
Simak wawancara eksklusif Endah N Rhesa di bawah ini:
 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA