Jakarta: Delapan penyanyi dari generasi berbeda dipertemukan dalam satu karya musik bertajuk "Warna Warni Indonesia". Proyek tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan sejumlah nama dengan karakter dan pengalaman bermusik yang beragam.
Mereka adalah Sarwana, Feline Xiao, Lidya Lau, Ari Sanjaya, Bemby Noor, Fryda Lucyana, Dea Mirella, dan Tessa Mariska. Kehadiran delapan penyanyi tersebut sekaligus menjadi gambaran keberagaman yang ingin disampaikan melalui lagu Warna Warni Indonesia.
Di balik kolaborasi tersebut, terdapat proses produksi yang cukup menantang. Sutradara sekaligus produser video klip, Marcos Tjung, harus mencari cara agar delapan penyanyi dengan kesibukan masing-masing dapat berkumpul dalam waktu yang sangat terbatas.
Bahkan, proses rekaman sekaligus pengambilan gambar video klip Warna Warni Indonesia dilakukan dalam waktu kurang dari satu hari. Situasi tersebut membuat Marcos harus bergerak cepat dalam menentukan konsep dan teknis produksi.
“Aku coba hari itu saja, benar-benar dari rekaman hari itu juga, syuting hari itu juga. Karena ngumpulin mereka itu yang nggak mungkin,” ujar Marcos saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.
Bagi Marcos, keterbatasan waktu bukan alasan untuk membuat karya secara seadanya. Ia justru dituntut untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar pesan Warna Warni Indonesia tetap dapat tersampaikan melalui visual.
“Konsepnya terbatas, tapi kita bikin hal yang luar biasa. Itu PR banget. Tapi orang-orang ini luar biasa. Hasilnya kita maksimalkan,” tuturnya.
Kolaborasi delapan penyanyi tersebut menjadi semakin menarik karena mereka berasal dari latar belakang dan generasi yang berbeda. Perbedaan pengalaman bermusik justru membuat Warna Warni Indonesia memiliki warna tersendiri ketika menyuarakan pesan mengenai persatuan dan keberagaman.
Warna Warni Indonesia sendiri dipersiapkan untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Meski memiliki nuansa kemerdekaan, lagu ini tidak hanya ditujukan untuk didengarkan saat momentum 17 Agustus.
Fryda Lucyana menilai keberadaan para penyanyi dari generasi berbeda merupakan representasi sederhana dari kondisi masyarakat Indonesia. Menurutnya, perbedaan usia dan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap berdiri sebagai satu bangsa.
“Kita dari generasi berbeda merepresentasikan keberagaman. Dengan segala perbedaan yang ada, kita tetap menjadi Indonesia yang satu,” kata Fryda.
Ia pun berharap pesan yang dibawa Warna Warni Indonesia dapat terus relevan setelah perayaan kemerdekaan berakhir. Menurut Fryda, semangat menjaga persatuan perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini lagu bukan hanya untuk 17 Agustus, tapi bisa diputar setiap hari untuk membangkitkan semangat agar tidak mudah terpecah belah. Kita harus selalu ingat itu,” ujarnya.
Sarwana juga merasakan kuatnya semangat kebersamaan selama proses produksi. Personel grup Warna tersebut mengaku kagum karena proyek yang melibatkan delapan penyanyi dengan jadwal berbeda dapat diselesaikan dalam waktu sangat singkat.
Proses singkat tersebut sekaligus memperlihatkan kekompakan para penyanyi dan tim produksi. Di tengah jadwal yang padat, mereka tetap dapat menyatukan energi untuk menghasilkan karya yang membawa pesan tentang Indonesia.
Pesan mengenai keberagaman juga menjadi perhatian Lidya Lau. Ia berharap Warna Warni Indonesia tidak berhenti sebagai lagu bertema nasionalisme, tetapi mampu memberikan pengaruh positif kepada masyarakat yang mendengarkannya.
Bagi Lidya, generasi muda menjadi salah satu kelompok yang penting untuk menerima pesan tersebut. Keberagaman Indonesia perlu terus dikenalkan dan dirawat agar perbedaan tidak berubah menjadi alasan untuk saling menjauh.
“Dari lagu ini aku merasa, semoga bisa menumbuhkan jiwa keberagaman untuk semuanya, terutama generasi milenial ke bawah,” pungkas Lidya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan