Berdasarkan data infografis terbaru yang dirilis oleh Billboard Japan melalui platform media sosial X, lagu lawas era 90-an ini berhasil memuncaki daftar teratas, mengalahkan dominasi lagu-lagu modern ataupun soundtrack anime terkini yang sedang naik daun. Usut punya usut, lonjakan popularitas yang masif sejak akhir tahun 2025 ini dipicu oleh kejelian netizen Indonesia. Banyak warganet yang menganggap bahwa paras masa muda Noriyuki Makihara dalam video klip tersebut memiliki kemiripan dengan mantan Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
Respons Gembira dan Heran dari Noriyuki Makihara
Melihat lagu lamanya mendadak viral dan meledak di negara yang jaraknya ribuan mil dari Jepang, Noriyuki Makihara tidak bisa menyembunyikan rasa gembira sekaligus herannya. Melalui akun X resminya, ia langsung menuliskan pesan apresiasi khusus menggunakan kalimat yang singkat namun menyentuh untuk para pendengar di Indonesia.“Saya sangat gembira! Terima kasih banyak!” cuit Makihara melalui akun X pribadinya.
Hingga artikel ini ditulis, video musik resmi dari lagu tersebut di platform YouTube telah menyentuh angka fantastis, yakni 116 juta kali pemutaran. Menariknya, kolom komentar yang dulunya dipenuhi oleh tulisan aksara Jepang, kini telah diserbu secara total oleh netizen Indonesia.
Saking tingginya antusiasme dari Indonesia, pihak manajemen Noriyuki kini bahkan telah menyediakan subtitle resmi berbahasa Indonesia agar makna lagu patah hati tersebut bisa dipahami dengan baik oleh para penggemar barunya.
Dari "Cuma Perasaan" hingga "Noriyuki Mulyono"
Serbuan netizen Indonesia di kolom komentar YouTube Noriyuki Makihara sukses mengundang gelak tawa bagi siapa saja yang membacanya. Beragam guyonan khas netizen, mulai dari yang mengaku lagunya mendadak muncul di linimasa akibat algoritma misterius, hingga komentar-komentar "Ah.. mungkin cuma perasaanku saja", komentar ini salah satu yang paling banyak mendapatkan likes dari netizen.Selain itu, ketika potongan video Mou Koi Nante Shinai viral di berbagai platform netizen ramai memberi komentar "Pria Solo Itu"merujuk secara implisit pada kemiripan wajah sang penyanyi dengan Jokowi yang juga kembali tinggal di Solo.
Fenomena unik ini rupanya tidak luput dari perhatian warga Jepang sendiri. Di media sosial, beberapa warganet Jepang mengekspresikan keheranan mereka yang berujung kagum, "Menarik sekali, lagunya kembali didengar banyak orang di Indonesia hanya karena mukanya mirip dengan presiden Indonesia." Tren ini membuktikan bahwa kekuatan humor siber netizen Indonesia mampu melintasi batas negara dan menghidupkan kembali mahakarya musik klasik yang sempat terlupakan.
(Fany Wirda Putri)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda