Zul Zivilia dan PJ 7Icons (Foto: kartamakalamusic)
Zul Zivilia dan PJ 7Icons (Foto: kartamakalamusic)

Tetap Produktif di Penjara, Zul Zivilia dan PJ 7Icons Duet di Lagu "Sabar-Sabar Ade"

Elang Riki Yanuar • 22 Januari 2026 09:00
Jakarta: Jeruji besi tak menghalangi Zul Zivilia untuk berkarya. Vokalis band Zivilia itu masih terus produktif menghasilkan karya terbaru berjudul "Sabar-Sabar Ade" hasil kolaborasi dengan Putri Ajeng atau yang dikenal sebagai PJ 7Icons. 
 
Kolaborasi ini pun disebut Zul membuat mereka bernostalgia ketika masih sama-sama memulai karier dengan tampil di acara musik telivisi di pagi hari. 
 
"Dulu kita sering banget ketemu di acara musik. Jadi pas ada kesempatan kolaborasi ini, rasanya kayak nostalgia panggung, tapi bedanya sekarang kita di belakang tembok," kata Zul Zivilia.

Diakui Zul, kolaborasi ini menjadi spesial karena dilakukan sesama warga binaan dari tempat berbeda yang kebetulan punya latar belakang penyanyi. PJ dulu dikenal sebagai member girlband 7Icons saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Tangerang. Sementara Zul masih menjalani masa tahanan di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor. 
"Rekamannya luar biasa, satu hari kelar secara dadakan. Pagi kita take vocal, siangnya langsung syuting video klip di sini. Memang agak ribet koordinasi antar dua Kanwil yang berbeda, tapi Alhamdulillah berkat dukungan pimpinan semuanya lancar," jelas Zul.
 
Lagu "Sabar-Sabar Ade" bercerita tentang pasangan yang sedang berjuang dalam hubungan menuju ke jenjang yang lebih serius. Walaupun dipisahkan jarak dan diterpa banyak godaan tapi Sang Lelaki meyakinkan pasangannya agar tetap bersabar dan setia menunggu kedatangan untuk melamar dirinya.
 
Berbeda dengan lagu-lagu yang dia rilis sebelumnya, Zul memasukkan nuansa musik Indonesia Timur yang saat ini sedang digandrungi. Zul ingin mengajak pendengarnya langsung berjoged dengan lagu barunya. 
 
"Genre musiknya sengaja saya bikin agak beda, ngikutin perkembangan di luar. Ya meski saya lagi di dalam begini saya tetap mengamati juga musik yang lagi tren di luar," ujar Zul. 
 
Sementara bagi PJ, kolaborasi dengan Zul membawa hikmah sendiri baginya. PJ ingin membuktikan meski dirinya saat ini sedang tersandung masalah hukum, Lembaga Pemasyaratan memang seharusnya mewadahi minat dan bakat para warga binaan mereka. 
 
"Di sini aku merasa gak kayak di film-film yang orang bayangkan. Jadwalku padat banget, ada menari, menyanyi, sampai pembinaan kepribadian. Malah lebih sibuk daripada waktu aku masih di 7Icons dulu," kata PJ. 
Hal serupa disampaikan Zul. Narapidana kasus narkoba ini bersyukur pihak Lapas memberikan ruang baginya untuk tetap berkarya. Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor bahkan sekarang menyediakan tempat untuk studio musik di mana Zul juga bisa menaruh alat musiknya di sana. 
 
"Memang ada alat-alat yang sudah ada sebelumnya, tapi saya juga nyumbang alat seperti speaker dan komputer pribadi saya biar lebih enak buat produksi musik," katanya.
 
Zul saat ini sedang menjalani hukuman dalam kasus narkoba dan menerima vonis 18 tahun. Sementara PJ baru menuju satu tahun menjalani masa hukuman dari vonis 3,5 tahun yang dia dapatkan. 
 
"Saya terus belajar buat memperbaiki diri. Lewat musik dan bimbingan di sini, saya ingin membuktikan kalau saya bisa jadi orang yang lebih baik lagi saat nanti kembali ke masyarakat," tutup Zul diamini PJ.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan