Jakarta: Konferensi pers peluncuran album debut Whisnu Santika bertajuk Map of Feelings digelar di Shamrock, Gandaria, Jakarta, pada Rabu (26/8). Dalam kesempatan tersebut, Ari Lesmana yang bertindak sebagai produser sekaligus kolaborator membagikan pengalamannya di balik layar. Album Map of Feelings disiapkan rilis secara resmi pada Kamis (27/8).
Pengalaman Pertama di Belakang Layar
Dalam sesi wawancara, Ari mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman perdananya memegang peran sebagai produser album musik.
"Iya, ini pertama kalinya aku membuka hati untuk menjadi seorang produser. Ini proyek pertama aku mengerjakan satu album, walaupun tidak 100 persen dilakukan sendiri. Aku dibantu oleh Mas Lafa (Pratomo), Kamga, Whisnu, dan seluruh tim," ujar Ari.
Meski bukan porsi penuh, vokalis tersebut mengaku merasakan dinamika baru selama memegang kendali produksi. "Rasanya senang dan campur aduk. Mudah-mudahan album Map of Feelings dari Whisnu Santika ini bisa diterima dengan baik di industri musik," lanjutnya.
Alasan Mengambil Peluang Produser
Saat ditanya mengenai alasannya bersedia memproduseri album ini, Ari menjelaskan bahwa sejak lama ia memang bercita-cita untuk berkarier di balik layar industri hiburan. Bagi pria berusia 39 tahun tersebut, kesempatan ini adalah peluang berharga yang tidak boleh dilewatkan.
"Dari dulu aku sebenarnya ingin berada di belakang layar, bukan di depan layar. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Di usia yang sekarang, aku berpikir kesempatan ini harus langsung diambil," jelasnya.
Tantangan Terberat: Membaca Pikiran Whisnu Santika
Proses memproduseri album debut Whisnu tentu tidak lepas dari tantangan. Menurut Ari, tantangan terbesar adalah memahami dan menyelaraskan alur berpikir sang pemilik album.
"Tantangan paling berat adalah membaca isi kepala Whisnu. Dia orang yang tidak pernah berhenti bekerja dan berpikir. Namun, cara dia menerima serta menyampaikan ide sangat menyenangkan," tuturnya.
Selain mengagumi etos kerja Whisnu, Ari juga mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru selama menjalani peran barunya. Menurutnya, menjadi produser tidak sekadar membuat lagu dan rekaman di studio.
"Ternyata jadi produser itu tidak semudah yang aku bayangkan. Banyak alurnya, mulai dari strategi promosi, bertemu media, hingga menjelaskan konsep tiap lagu secara langsung," ungkapnya.
"Selain itu, aku juga belajar aspek legalitas dan hukum industri musik. Karena melibatkan banyak kolaborator dari berbagai label, aku jadi belajar banyak soal kontrak dan regulasi," tambah Ari.
Cerita di Balik Lagu-Lagu Map of Feelings
Ari membeberkan bahwa proses lokakarya (workshop) beberapa lagu dilakukan pada bulan Ramadan. Dari seluruh materi, terdapat tiga lagu yang ia garap dan kawal secara khusus.
"Kami workshop waktu bulan puasa. Ada tiga lagu yang benar-benar aku jaga prosesnya. Lagu-lagu tersebut merupakan curahan hati Whisnu, dan aku mencoba menyediakan 'kanvasnya'. Whisnu memberi kebebasan penuh bagi aku untuk mengeksplorasi warna musiknya," kata Ari.
Ia menambahkan, salah satu dari tiga lagu tersebut adalah "Aku Harus Pergi" yang sudah dirilis terlebih dahulu sebagai lagu tunggal (single). Dua lagu lainnya adalah "Tak Peka" yang dibawakan oleh Enau (adik Ari Lesmana) serta "Fatamorgana" yang dinyanyikan sendiri oleh Ari.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda