Raja Azreen diketahui kehilangan kesadaran ketika Meditasi baru membawakan lagu kedua dalam setlist mereka di Teruntum Rock Festival, Kuantan, Pahang, Malaysia, pada 18 Juli 2026.
Situasi sontak berubah panik. Penonton, kru Meditasi, hingga tim festival berusaha mengetahui kondisi sang drummer. Vokalis Meditasi, Bakaruddin "Burn" Daud, menjadi salah satu orang pertama yang menyadari adanya sesuatu yang tidak beres.
Burn kemudian segera menghampiri area drum untuk memeriksa kondisi Raja Azreen. Namun, ia mendapati rekannya sudah tidak memberikan respons.
"Saya bergegas menghampiri [Azreen], tetapi saya bisa merasakan bahwa [dia] telah tiada," ungkap Burn, dikutip dari CNA, Rabu, 26 Agustus 2026.
"Saya memanggil dan menepuk [dirinya], tetapi tidak ada respons. Tubuhnya juga dingin. Para penggemar cukup cemas ketika mereka melihat apa yang sedang terjadi," sambungnya.
Kru panggung bersama personel Meditasi kemudian membopong Raja Azreen ke belakang panggung untuk mendapatkan pertolongan pertama. Beberapa menit kemudian, petugas medis tiba di lokasi dan langsung memberikan penanganan.
"Kami membawanya ke belakang panggung dan dalam beberapa menit ambulans tiba. Alhamdulillah, semuanya dipermudah," tutur Burn.
Raja Azreen selanjutnya dilarikan ke Hospital Tengku Ampuan Afzan untuk mendapatkan penanganan intensif. Tim medis sempat memberikan bantuan pernapasan, tetapi kondisi sang drummer tidak kunjung membaik hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Raja Azreen Sempat Jalani Perawatan Jantung
Kakak kandung almarhum, Raja Azman Raja Taib, mengungkapkan bahwa Raja Azreen memang memiliki riwayat gangguan jantung dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi kesehatannya bahkan disebut sempat mengalami penurunan cukup signifikan sebelum kejadian tersebut."Dia dirawat di rumah sakit dua kali; rawat inap pertama berlangsung dua hingga tiga minggu sebelum dia dirawat lagi," ungkap Raja Azman.
Kepergian Raja Azreen pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, personel Meditasi, serta para penggemar musik rock Melayu yang telah mengikuti perjalanan band tersebut selama puluhan tahun.
Profil Meditasi

Meditasi merupakan grup musik asal Raub, Pahang, Malaysia, yang dikenal melalui musik rock dan slow rock Melayu. Band ini dibentuk pada 1984 dengan nama awal Metal Wizard sebelum kemudian berganti nama menjadi Meditasi.
Nama Meditasi semakin dikenal pada era 1990-an, termasuk di Indonesia. Sejumlah lagu mereka, seperti "Biar Pedih Kasih Memanjang" dan "Bidadari", menjadi bagian dari karya yang mengukuhkan popularitas mereka di kancah rock Melayu.
Kini, setelah kepergian Raja Azreen Raja Talib, Meditasi menyisakan tiga personel, yakni Bakaruddin Daud alias Burn (vokal dan bass), Rosli Ahmad alias Liey (gitar utama), serta Ucop (gitar ritme).
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda