Hal tersebut diungkap lewat wawancara eksklusif dengan Medcom beberapa waktu lalu. PYC mengaku pernah memanfaatkan AI untuk mencurahkan isi hatinya seolah-olah kepada seorang teman.
“Kayaknya sepengalaman gue, gue pake itu (AI) buat jadi teman, deh,” ungkapnya.
Lanjutnya, “Kayak lu ngomongin soal masalah cinta sama temen lu dan dia ngerespons bahkan bisa nyentuh bagian-bagian lain dari memori lu atau perspektif lain yang lu gak pernah kepikiran sebelumnya. Gue rasa itu yang dilakuin AI ke gue.”
Baca Juga :
Eksklusif: Musisi Thailand Ini Anggap Jakarta Sebagai Rumah, Tak Sabar Manggung di Indonesia
Musisi ini bahkan menceritakan tentang masalah asmaranya. Ia mengaku kalau AI mampu menangkap sesuatu yang tak pernah ia pikirkan serta mengeluarkan ide yang terperangkap di kepalanya.
“Pas dia ngasih saran tentang sesuatu, itu ngingetin gue tentang hal lain yang sebelumnya gak kepikiran di otak gue. Gue rasa ini ngebantu gue buat menciptakan dan masuk ke ide-ide yang terperangkap di kepala gue,” tambahnya.
Namun, PYC menegaskan bahwa ia hanya menggunakan teknologi AI ketika tidak ada seorang teman untuk membantunya berpikir. Ia tetap menikmati proses penulisan lirik-lirik puitis untuk lagunya.
“Kayaknya itu jadi kayak temen kalo gak ada yang di deket lu secara fisik… Buat dapetin ide, sih. Gue masih menikmati jadi puitis dan nulis pake bahasa sendiri. Tapi, AI beneran ngebantu sebagai teman, sih, menurut gue,” tutupnya.
PYC adalah musisi alt-pop pendatang baru asal Thailand yang memadukan narasi cerita yang playful dengan kejujuran emosional. Dikenal lewat kemampuannya mengubah kerentanan menjadi gambaran yang hidup, PYC menulis lagu-lagu tentang cinta, kerinduan, dan hubungan manusia melalui sebuah narasi yang dekat dan metafora sensorik.
Melalui album terbaru berjudul taste, dia memperkenalkan dunia di mana emosi dirasakan secara mendalam dan diekspresikan tanpa ragu; sebuah penanda awal dari perjalanan artistik yang khas.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News