Kabar duka tersebut disampaikan melalui laman resmi ZZ Top. Frank Beard meninggal dunia saat menjalani perawatan hospice dengan didampingi keluarga di kediamannya yang berlokasi di Richmond, Texas.
Meski begitu, penyebab kematian Frank Beard belum diumumkan ke publik.
Ungkapan Duka Billy Gibbons
Selain pihak keluarga, kepergian Frank Beard tentu saja membawa duka bagi para anggota ZZ Top. Sang vokalis sekaligus gitaris, Billy Gibbons, mengaku sangat kehilangan sosok drummer tersebut."Hari ini, saya dan Elwood kehilangan seorang sahabat dan rekan kolaborasi yang luar biasa, dan dunia kehilangan salah satu drummer paling inovatif secara alami serta putra terbaik asal Texas,” tulis Billy Gibbons dalam keterangan unggahannya di Instagram.
“Ketukan backbeat khasnya adalah kunci utama yang menjaga ZZ tetap berada di puncak,” lanjutnya.
Dampak pada Rangkaian Tur ZZ Top
Kepergian Frank Beard memaksa ZZ Top membatalkan rangkaian jadwal tur mereka pekan ini di Utah dan Colorado, Amerika Serikat. Pembatalan jadwal akibat kepergian Beard mencakup pertunjukan di Salt Lake City, Utah, pada Senin, serta Colorado Springs, Colorado.Pihak band menyampaikan rencana untuk melanjutkan The Big One! Tour pada akhir pekan ini, yang dibuka dengan dua pertunjukan di Austin City Limits—lokasi yang menjadi salah satu tempat favorit Beard di kota yang sudah ia anggap sebagai rumah keduanya.
Perjalanan Karier dan Warisan Musik
Lahir pada 11 Juni 1949, Frank Beard mengawali perjalanan bermusiknya sejak usia muda dengan menjajaki berbagai grup musik lokal di kawasan Texas. Namanya mulai dikenal luas setelah bergabung dengan unit blues-rock ZZ Top pada akhir 1969, menyusul rilisnya singel perdana band tersebut, "Salt Lick".Bersama ZZ Top, Frank Beard bertindak sebagai fondasi ritmik yang kokoh selama lebih dari lima dekade. Ketukan backbeat-nya yang presisi dan bertenaga menjadi denyut nadi di balik deretan lagu hit legendaris seperti "La Grange", "Tush", "Cheap Sunglasses", hingga deretan tembang dalam album fenomenal Eliminator (1983).
Keandalannya menakar ritme berhasil mengantarkan ZZ Top meraih sertifikasi Diamond, menyabet berbagai penghargaan internasional, hingga diabadikan dalam Rock and Roll Hall of Fame pada 2004.
Uniknya, di tengah gaya visual ZZ Top yang ikonis dengan jenggot panjang menjuntai, Frank justru menempati posisi spesial sebagai satu-satunya personel yang tampil bersih tanpa jenggot. Ia pun mendapatkan julukan sebagai "The Man With No Beard" karena hal tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda