Booth produk miras New Port yang lakukan challenge hafalan surah di The Sounds Project (Foto: Threads @JARRKOJARR)
Booth produk miras New Port yang lakukan challenge hafalan surah di The Sounds Project (Foto: Threads @JARRKOJARR)

Viral Tantangan Baca Alquran Hadiah Miras, MC Booth Newport di The Sounds Project Buka Suara

Elang Riki Yanuar • 11 Agustus 2026 15:39
Ringkasnya gini..
  • MC booth Newport, Ega, meminta maaf setelah tantangan membaca Alquran dengan hadiah minuman beralkohol di The Sounds Project viral.
  • Ega mengaku lalai mengendalikan mikrofon saat pengunjung membuat sayembara membaca Alquran. Ia menyebut pihak Newport tidak terlibat dalam kejadian.
  • The Sounds Project mengecam penggunaan agama dalam promosi dan berjanji menegur sponsor, mengidentifikasi pihak terlibat, serta mengevaluasi penyelenggaraan.
Jakarta: Kontroversi yang muncul dari booth Newport di festival musik The Sounds Project memasuki babak baru. Pemilik akun aqueer yang mengaku sebagai MC booth minuman Newport menyampaikan permintaan maaf setelah video tantangan membaca Alquran dengan hadiah minuman beralkohol viral di media sosial.
 
Ega memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung ketika dirinya bertugas sebagai MC di booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026.
 
"Saya Ega selaku MC pada acara musik yang bertugas di booth Newport pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu," tulis Ega.

Menurut Ega, dirinya saat itu tengah berinteraksi dengan pengunjung booth ketika seorang audiens tiba-tiba mengambil alih mikrofon. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah sayembara yang melibatkan pelafalan salah satu surat dalam Alquran.
 
"Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audiens tersebut," tulisnya.
 
Ega mengakui dirinya lalai karena tidak segera mengambil kembali mikrofon setelah mengetahui adanya sayembara tersebut. Sebagai MC, dia memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh aktivitas di area panggung tetap berjalan sesuai konsep yang telah ditetapkan.
"Karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand," tulis Ega.
 
Dalam klarifikasinya, Ega juga menyatakan bahwa pihak Newport tidak memiliki keterlibatan dalam kejadian tersebut. Dia menyebut insiden itu sebagai evaluasi pribadi agar lebih berhati-hati ketika mengendalikan interaksi spontan dengan pengunjung.
 
"Sekali lagi, saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan dari audiens tersebut sehingga menimbulkan kegaduhan," tulis Ega.
 
Viral Tantangan Baca Alquran Hadiah Miras, MC Booth Newport di The Sounds Project Buka Suara
 
Kontroversi tersebut sebelumnya ramai setelah beredar video yang memperlihatkan seorang pengunjung perempuan melafalkan Surah Ad-Duha di depan booth Newport di The Sounds Project. Dalam video yang beredar, aktivitas tersebut disebut dilakukan untuk mendapatkan hadiah berupa minuman beralkohol.
 
Rekaman yang dikaitkan dengan aktivitas booth Newport itu kemudian menyebar luas di media sosial. Sorotan publik terutama tertuju pada penggunaan ayat Alquran dalam sebuah aktivitas yang berkaitan dengan promosi minuman beralkohol.
 
Kritik pun bermunculan dari warganet. Sebagian pengguna media sosial menilai aktivitas tersebut tidak semestinya dilakukan karena dianggap mencampurkan simbol keagamaan dengan promosi produk minuman beralkohol.
Di tengah polemik tersebut, pihak The Sounds Project turut memberikan pernyataan resmi. Promotor mengatakan mereka membutuhkan waktu untuk memastikan fakta sebelum menyampaikan sikap terkait kejadian yang berlangsung di area festival.
 
"Kami membutuhkan waktu untuk sampai pada pernyataan ini. Kejadian tersebut melibatkan banyak pihak dan harus kami pastikan kebenarannya, agar langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan," ungkap pihak The Sounds Project.
 
Penyelenggara juga menegaskan tidak membenarkan penggunaan agama sebagai bagian dari aktivitas promosi di lingkungan festival. Mereka menyatakan kejadian tersebut bertentangan dengan nilai yang selama ini dijunjung dalam penyelenggaraan acara.
 
"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," lanjut pernyataan tersebut.
 
The Sounds Project menegaskan bahwa sponsor dan seluruh mitra yang beraktivitas di area festival tetap memiliki kewajiban menghormati keberagaman serta nilai agama yang dianut para pengunjung.
 
"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tulis pihak The Sounds Project.
 
Sebagai tindak lanjut, promotor menyatakan akan menegur pihak sponsor dan meminta penyelesaian persoalan tersebut. Mereka juga akan mengawal proses identifikasi pihak yang terlibat langsung dalam insiden serta melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang.
 
"Rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens adalah nilai yang kami pegang teguh sebagai penyelenggara dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut," tutup mereka.
 

 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA