Kabar tersebut disampaikan gitaris Deafheaven, Kerry McCoy, dalam wawancara terbaru bersama media asal Spanyol, Binaural. Dalam kesempatan tersebut, McCoy mengonfirmasi bahwa Deafheaven akan merilis EP baru pada tahun ini.
“EP-nya akan segera dirilis. Aku nggak tahu bisa bilang kapan, tapi sebelum akhir tahun. Yang bisa aku pastikan, ini adalah sebuah EP," ungkap McCoy dikutip dari Binaural pada Kamis, 10 September 2026.
Tak berhenti di situ, McCoy juga memberikan sedikit gambaran mengenai arah musikal yang akan diusung Deafheaven dalam materi terbarunya. Ia menyebut EP tersebut bakal menghadirkan sisi musik mereka yang jauh lebih berat dibandingkan karya-karya sebelumnya.
“Menurutku, ini sejauh ini adalah materi paling berat yang pernah kami keluarkan, yang satu ini jauh lebih berat," lanjutnya.
McCoy bahkan menyebut materi tersebut sebagai karya Deafheaven yang paling dekat dengan akar black metal sepanjang perjalanan karier mereka.
"Tanpa diragukan lagi, ini adalah karya kami yang paling mendekati black metal," tutup McCoy.
Deafheaven Pelopor Genre Blackgaze

Deafheaven (Foto: Instagram @deafheavenband)
Deafheaven merupakan band asal San Francisco, California, yang dibentuk pada 2010 oleh vokalis George Clarke dan gitaris Kerry McCoy. Nama mereka kemudian dikenal luas sebagai salah satu pionir sekaligus kelompok paling berpengaruh dalam perkembangan blackgaze.
Blackgaze sendiri merupakan subgenre eksperimental yang memadukan agresi black metal, seperti vokal screaming dan permainan blast beat, dengan atmosfer luas dan tekstur musik shoegaze maupun post-rock.
Popularitas Deafheaven melejit secara global melalui album studio kedua mereka, Sunbather, yang dirilis pada 2013. Album tersebut dikenal lewat sampul berwarna merah muda cerah yang kemudian menjadi salah satu artwork paling ikonik dalam musik metal modern.
Lewat Sunbather, Deafheaven berhasil mempertemukan karakter gelap dan agresif dari metal ekstrem dengan melodi yang atmosferik dan nuansa dreamy khas shoegaze. Eksperimen tersebut membuat album ini mendapat sambutan positif dari berbagai media musik internasional sekaligus memperkuat posisi Deafheaven sebagai salah satu nama penting dalam perkembangan blackgaze.
Eksplorasi musikal Deafheaven kemudian terus berkembang. Mereka mulai memperluas pengaruh dengan memasukkan elemen post-metal, indie rock, hingga alternative rock ke dalam karya-karyanya.
Eksplorasi tersebut mencapai titik berbeda melalui album Infinite Granite (2021). Dalam album ini, Deafheaven mengejutkan pendengar dengan mengurangi dominasi vokal jeritan dan lebih banyak mengeksplorasi vokal bersih (clean vocals).
Kini, lewat EP terbaru yang disebut McCoy sebagai materi terberat mereka, Deafheaven tampaknya kembali mendekat ke akar black metal yang sejak awal menjadi salah satu fondasi musik mereka.