Misi budaya ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan keindahan batik Indonesia kepada masyarakat Eropa, tetapi juga menyampaikan pesan kemanusiaan melalui karya seni. Anne merangkai potongan perca batik menjadi busana yang memiliki makna spiritual sekaligus merepresentasikan semangat kebersamaan di tengah perbedaan.
Melalui karya ini, Anne menunjukkan bahwa batik memiliki kekuatan lebih dari sekadar keindahan motif dan warna. Kain tradisional Indonesia dapat menjadi media untuk menyampaikan gagasan tentang kehidupan, ketulusan, dan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan sesama.
Potongan perca batik yang digunakan dalam busana Tresna Suci memiliki filosofi tersendiri. Material yang kerap dianggap sebagai sisa kain itu disatukan menjadi sebuah karya utuh, menggambarkan bagaimana setiap bagian dengan cerita dan latar belakang berbeda dapat membentuk kesatuan yang bermakna.
Pesan utama tersebut terangkum dalam ungkapan yang menjadi jiwa karya Tresna Suci.
“Jadilah jarum yang menyatukan, jangan menjadi gunting yang memisahkan," katanya.
Baca Juga :
Anne Avantie Kaget Kaka Slank Jago Membatik
Filosofi itu menggambarkan harapan agar manusia mampu menjadi penghubung di tengah perbedaan, bukan pihak yang menciptakan perpecahan. Anne ingin menyampaikan bahwa kasih, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama merupakan nilai yang dapat melampaui batas geografis maupun budaya.
Kolaborasi ini bermula dari inisiatif Komunitas Kebaya Menari yang mengajak Anne terlibat dalam misi budaya ke Praha. Komunitas tersebut ingin memadukan kecintaan terhadap kebaya dan batik dengan semangat berbagi melalui sebuah persembahan yang membawa pesan universal.
Ketua Komunitas Kebaya Menari, Yanti Moeljono, bersama Wakil Ketua Berti Dewi, mendukung upaya memperkenalkan budaya Indonesia sebagai sarana membangun persahabatan antarbangsa. Melalui karya tersebut, mereka ingin menunjukkan bahwa kebaya dan batik bukan hanya bagian dari warisan seni, tetapi juga cerminan nilai gotong royong, ketulusan, dan persaudaraan.
Karya Tresna Suci dijadwalkan diserahkan kepada gereja di Praha pada 1 November 2026. Persembahan tersebut menjadi bagian dari upaya membawa identitas budaya Indonesia ke panggung internasional melalui pendekatan seni dan spiritualitas.
Bagi Anne, perjalanan karya ini ke Praha juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa budaya Indonesia memiliki pesan yang relevan bagi masyarakat lintas negara. Batik tidak hanya dapat dikenali melalui corak khasnya, tetapi juga melalui nilai yang menyertai proses penciptaan dan penggunaannya.
"Pada akhirnya, “Tresna Suci” bukan hanya tentang busana yang akan dipersembahkan, melainkan juga tentang nilai yang ingin diteruskan: bahwa manusia memiliki pilihan untuk menyatukan atau memisahkan, membangun jembatan atau menciptakan jarak," ucap Anne.