Onadio Leonardo (Foto:Medcom)
Onadio Leonardo (Foto:Medcom)

Onadio Leonardo Didiagnosis Alami Penyakit Ini Usai Rehabilitasi Narkoba

Basuki Rachmat • 31 Januari 2026 18:23
Ringkasnya gini..
  • Onadio Leonardo mengaku didiagnosis Peter Pan Syndrome usai jalani rehabilitasi narkoba selama tiga bulan
  • Onad menceritakan pengalaman emosional ditangkap polisi, proses rehab yang keras, hingga belajar hal sederhana seperti melipat baju.
  • Dari terapi, Onad sadar mentalnya masih tertahan di usia 19 tahun meski kini berusia 35 tahun.
Jakarta: Musisi sekaligus konten kreator Onadio Leonardo, atau yang akrab disapa Onad, membuat pengakuan terbuka terkait kondisi psikologis yang kini dialaminya. Usai menuntaskan proses rehabilitasi narkoba selama tiga bulan, Onad mengungkap dirinya didiagnosis mengidap Peter Pan Syndrome.
 
Pengakuan tersebut disampaikan Onad saat menjadi bintang tamu dalam program siniar Close The Door di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Jumat, 30 Januari 2026.
 
Kehadirannya kali ini sekaligus menandai bebasnya ia dari masa rehabilitasi yang dijalaninya di Yayasan Pemulihan Natura Indonesia (ULTRA) Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Didampingi sang istri, Beby Prisillia, mantan vokalis band Killing Me Inside itu menceritakan momen emosional saat dirinya kembali berurusan dengan hukum akibat penyalahgunaan narkotika. Onad pun mengaku tak kuasa menahan tangis ketika dirinya kembali diringkus oleh pihak kepolisian karena kembali menggunakan barang haram.
 
“Jujur ya Om Ded, gue itu sempat menangis saat istri pukul gue. Pas ditangkap gue merasa, ‘wah, enggak bercanda nih’,” ujar Onad.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat berada di kantor polisi, dirinya merasa sangat bergantung pada kehadiran sang istri dan terus memintanya untuk menemani.
 
Lebih lanjut, Onad menggambarkan pengalaman menjalani rehabilitasi sebagai proses yang penuh tekanan. Ia menyebut Yayasan Pemulihan Natura Indonesia (ULTRA), tempat dirinya direhabilitasi, sebagai lingkungan yang keras dengan mayoritas pasien merupakan pengguna narkotika berat.
 
“Orang-orang yang di rehab itu paling dominan 90 persen pengguna sabu, delapan persen tramadol, dan di sana isinya seram-seram,” bebernya.
 
Menariknya, Onad mengaku kasus penyalahgunaan ganja yang menjeratnya justru tergolong ringan dibandingkan pasien lain. Kondisi itu membuatnya kerap diminta membantu dan mendampingi pasien lain selama rehabilitasi.
 
“Begitu gue direhab karena ganja ternyata itu paling kecil. Akhirnya gue jadi mentor,” kata Onad.
 
Tak hanya berjuang secara mental, Onad juga mengaku belajar kembali hal-hal sederhana yang sebelumnya tak pernah ia lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
 
“Gue juga belajar bagaimana cara melipat baju karena selama ini gue enggak bisa melakukan itu,” tambahnya.
 
Selama menjalani rehabilitasi, Onad juga mengikuti program terapi intensif bersama tim medis dan psikolog. Dalam sesi tersebut, ia diminta menggali akar persoalan yang membuatnya kembali terjerumus pada narkotika.
 
“Di situ digali soal permasalahan kenapa gue pakai narkoba, kayak terapi gitu,” ujar Onad.
 
Ia pun menyaksikan langsung dampak serius penyalahgunaan obat-obatan tertentu pada pasien lain.
 
“Banyak pasien yang lupa nama, lupa tempat tanggal lahir gara-gara tramadol,” lanjutnya.
 
Dari rangkaian terapi tersebut, Onad baru mengetahui bahwa dirinya mengalami Peter Pan Syndrome, yakni kondisi psikologis ketika seseorang sulit melepaskan fase jaya usia mudanya.
 
“Ternyata gue terkena peter pan syndrom. Gue tidak bisa move on dari golden age saat masih 19 tahun,” ungkap Onad.
 
Ia menyadari, meski usianya kini menginjak 35 tahun, pola pikir dan cara menghadapi masalahnya masih tertahan di fase remaja.
“Di usia gue sekarang 35 tahun, ternyata mental gue masih berada di usia 19 tahun dalam menghadapi masalah,” jelasnya.
 
“Gue bisa kalau enggak pakai ganja, tetapi di dalam hati enggak bisa menerima. Gue belum bisa melewati kebandelan itu,” tutup Onadio Leonardo.
 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan