Betrand Peto (Foto: instagram)
Betrand Peto (Foto: instagram)

Pelapor Dugaan Pelecehan Betrand Peto Jawab Tuduhan Kerja sebagai LC

Elang Riki Yanuar • 16 September 2026 23:04
Ringkasnya gini..
  • Kuasa hukum ANW membantah pelapor bekerja sebagai LC dan menegaskan dia merupakan mahasiswa sekaligus karyawan perusahaan swasta.
  • Pengacara ANW menyebut pelapor membuat laporan terhadap Betrand Peto untuk mencari keadilan, bukan karena motif uang atau kepentingan tertentu.
  • Tekanan akibat penyebaran identitas pribadi disebut membuat kondisi mental ANW memburuk hingga kuasa hukum mengkhawatirkan keselamatannya.
Jakarta: Pelapor dugaan pelecehan seksual yang menyeret Betrand Peto membantah tudingan dirinya bekerja sebagai lady companion (LC) atau pemandu karaoke. Hal itu disampaikan Nathaniel Hutagaol selaku pengacara pelapor. 

Nathaniel menegaskan kliennya merupakan mahasiswa yang juga bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta. Penjelasan tersebut disampaikan Nathaniel untuk meluruskan informasi mengenai latar belakang ANW yang beredar setelah laporan dugaan kekerasan seksual terhadap Betrand Peto mencuat ke publik.

"Jadi banyak yang nganggap dia bahwa LC, cewek bar, bukan ya. Ingat teman-teman, bukan," kata Nathaniel di Jakarta

Nathaniel menjelaskan, ANW menjalani aktivitas sebagai mahasiswa sekaligus pekerja. Menurut dia, profesi dan kehidupan pribadi kliennya tidak berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang sedang dilaporkan kepada kepolisian.

"Bahwa korban ini, korban ini adalah wanita pekerja, punya kerja sebagai karyawan, dan dia juga kuliah," ungkap dia.
 

Kuasa hukum juga membantah anggapan yang menempatkan ANW sebagai pihak yang memiliki niat tertentu ketika membuat laporan terhadap Betrand Peto. Nathaniel mengatakan kliennya hanya ingin memperoleh keadilan melalui proses hukum.

"Kenapa korban-korban pelecehan seksual tidak berani bersuara? Karena semua korban pelecehan seksual dipojokkan. Dianggap cewek nakal, dianggap dia mau sama mau, dianggap dia mau memeras, dianggap dia mau duit. Padahal tidak. Cewek yang menjadi korban pelecehan seksual itu adalah ingin keadilan," ujar Nathaniel.

Di tengah proses hukum tersebut, kondisi psikologis ANW disebut mengalami tekanan setelah identitas pribadinya tersebar di media sosial. Kuasa hukum menyebut informasi mengenai kehidupan pribadi hingga data tempat tinggal dan pekerjaan ANW ikut beredar.

Deki Patria, kuasa hukum lainnya, mengatakan penyebaran informasi pribadi tersebut membuat ANW menjadi sasaran serangan dari sejumlah akun anonim. Kondisi itu disebut membuat pelapor semakin tertekan setelah perkara diketahui masyarakat luas.

"Kondisi klien ini sangat memprihatinkan, yang di mana dia notabenenya merupakan korban. Nah, sekarang sudah diserang oleh beberapa akun yang sifatnya anonim, termasuk sudah dibagikan identitasnya, seperti tempat dia bekerja, kemudian alamat di mana dia tinggal," ujar Deki Patria. 

Deki mengatakan tekanan tersebut membuat ANW merasa takut untuk beraktivitas seperti biasa. Dia menyebut kliennya bahkan menjadi enggan berinteraksi dan keluar dari rumah karena khawatir dengan situasi yang berkembang di media sosial.
 


Tekanan mental yang dialami ANW disebut semakin serius hingga kuasa hukumnya mengaku mendapat pesan yang membuat mereka khawatir terhadap keselamatan kliennya.

"Sampai-sampai tadi malam ada kekhawatiran dari kami sebagai kuasa hukumnya, sempat menyampaikan pesan ke kita karena beratnya tekanan mental yang dia hadapi. Sampai-sampai dia bilang ingin mengakhiri hidupnya supaya menyelesaikan permasalahan ini," beber Deki.

ANW sebelumnya melaporkan Betrand Peto dengan tuduhan dugaan kekerasan seksual. ANW mengaku mendapat tindak kekerasan dan pelecehan dari Betrand Peto di toilet sebuah tempat karaoke. 

Namun, tuduhan ANW dibantah Betrand Peto. Artis yang akrab disapa Onyo itu mengaku awalnya melihat pelapor sedang menangis dan coba menenangkannya. Onyo pun membantah melakukan pelecehan dan kekerasan terhadap ANW.










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA