Aksi saling sindir ini bermula saat warganet membanjiri kolom komentar Inara dengan nada menyudutkan, bahkan tak jarang membandingkan kepribadiannya dengan Mawa.
Melalui unggahan di Instagram Story pada Selasa, 23 Februari 2026, Inara menanggapi tudingan warganet dengan mengungkit terkait tanggung jawab finansial sang suami. Ia menduga kondisi yang dialami Mawa saat ini jauh lebih beruntung dibandingkan dirinya.
"Saya dulu enggak dikasih nafkah sampai turun putusan pengadilan, saya berjuang sendiri. Silahkan tanya yang bersangkutan, masih dapat nafkah apa benar-benar berjuang sendiri sampai hari ini?," tulis Inara Rusli.
Perseteruan semakin memanas ketika warganet menyinggung keputusan Inara melepas cadar dan membandingkannya dengan sosok Mawa yang hingga kini masih bercadar.
Tak tinggal diam, Inara memberikan balasan tegas dan menyebut simbol keagamaan tidak seharusnya dijadikan alat untuk merendahkan orang lain.
"Cadar buat kosmetik doang untuk nunjukkin diri lebih baik dari orang dengan cara nyinyir dan kufur nikmat sama suami yang masih nafkahin emang boleh?? Malah tambah rusakkin nilai cadar," ungkapnya dengan nada tegas.

Lebih lanjut, Inara pun lebih memilih untuk merendah dan menyebut dirinya sebagai sosok fakir ilmu.
"Kan lebih baik dari aku ilmunya? Praktekin aja dulu yang bener kayak gimana. Biar aku bisa ambil contoh yang baik buat selesain masalah yang benar dalam Islam itu seperti apa. Bukan malah ngikutin jejak aku yang fakir ilmu ini," lanjutnya.
Meski terlihat emosional, Inara mengklarifikasi bahwa luapan kekesalannya bukan semata-mata karena kebencian, melainkan bentuk refleksi atas kesalahannya di masa lalu. Ia mengaku sedang melakukan "proyeksi diri" agar tidak jatuh ke lubang yang sama.
“Semua kekesalan yang aku sampaikan sedari kemarin bukan ditujukan untuk beliau tapi projecting diri aku sendiri di masa lalu, menyesalkan perbuatanku di masalalu,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Inara berharap polemik rumah tangga yang pelik ini bisa menjadi pengingat keras bagi para pria yang menyandang status sebagai kepala keluarga.
"Semoga ini jadi pelajaran berharga buat para suami agar lebih peka dan tidak lari dari tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin dan pendidik dalam rumahtangga," tutup Inara Rusli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News