Tak tanggung-tanggung, Pete dikabarkan telah berhasil melenyapkan sekitar 200 tato dari tubuhnya. Perjalanan panjang ini pun memakan biaya yang fantastis, yakni mencapai USD200 ribu atau setara dengan Rp3,4 miliar.
Melansir laporan dari Variety, Pete Davidson pun menerangkan alasan dirinya menghapus ratusan tato dari tubuhnya tersebut karena ingin terlepas dari bayang-bayang masa lalunya yang kelam sebagai pecandu narkoba.
“Dulu saya seorang pecandu narkoba dan saya adalah orang yang menyedihkan, dan saya merasa jelek dan perlu menutupi diri," ungkap Pete Davidson, dikutip dari Variety pada Rabu, 22 April 2026.
Kini, kekasih dari aktris Elsie Hewitt ini pun menganggap bahwa menghapus tinta-tinta dari lengannya tersebut sebagai simbol kemajuan kesehatan mentalnya.
“Jadi saya hanya menghapusnya dan memulai dari awal, karena menurut saya itulah yang terbaik untuk saya dan untuk otak saya," lanjutnya.
Perjuangan Melawan Rasa Sakit
Meski kini sudah terlihat bersih tanpa tato, proses di balik layar ternyata sangat menyiksa. Pete Davidson pun menceritakan bahwa setiap satu tato membutuhkan 10 hingga 12 sesi laser, dengan jeda penyembuhan selama 60 minggu di antara perawatan secara keseluruhan.Pete pun tidak menyangkal bahwa metode laser yang ia jalani sangat menyakitkan dan menguras energi, terutama saat harus mengatur jadwal di tengah kesibukannya dalam proses syuting.
“Ini cukup mengerikan. Rasanya seperti meletakkan lenganmu di atas panggangan dan membakar lapisan kulitnya, lalu kamu harus melakukan perawatan dan membiarkannya sembuh dengan benar. Dan itu cukup sulit. Ini menyebalkan, aku tidak akan berbohong," ungkap Pete Davidson.
Perjalanan Panjang Pete Davidson Menuju "Sober"
Transformasi fisik ini sejalan dengan perjuangan Pete dalam menjaga kesehatan mentalnya. Sebagaimana diketahui, ia memiliki riwayat panjang dalam menangani gangguan Borderline Personality Disorder (BPD) serta Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).Pete juga sempat beberapa kali masuk fasilitas rehabilitasi pada tahun 2024 untuk mengatasi penyalahgunaan zat seperti ketamin dan kokain.
Keinginannya untuk hidup bersih (sober) semakin kuat setelah ia menjalani rangkaian terapi trauma pada 2022 lalu, pasca-serangan verbal masif dari Kanye West di media sosial saat Pete masih berpacaran dengan Kim Kardashian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News