Pangeran Harry (sisi kiri) dan Meghan Markle (sisi kanan). (Foto: instgram/duke_,of_sussex
Pangeran Harry (sisi kiri) dan Meghan Markle (sisi kanan). (Foto: instgram/duke_,of_sussex

Pangeran Harry dan Meghan Markle Memutuskan Pindah Kembali ke Inggris

Agustinus Shindu Alpito • 20 Agustus 2026 14:56
Ringkasnya gini..
  • Pangeran Harry dan Meghan kembali ke Inggris membawa kedua anaknya untuk sekolah, menetap di luar London tanpa mengubah status warga biasa.
  • Isu keamanan menjadi kendala utama karena kepolisian Inggris menolak membiayai atau menjual layanan pengawalan resmi bagi keluarga Sussex.
  • Selama di AS, pasangan ini sempat memproduksi dokumenter di Netflix dan memproduksi siniar Spotify senilai US$20 juta yang usai di episode 12.
Jakarta:  Setelah menetap di Amerika Serikat selama enam tahun, Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan akan kembali dan tinggal di Inggris. Pasangan ini memboyong kedua anak mereka, Pangeran Archie (7) dan Putri Lilibet (5), yang dijadwalkan mulai masuk sekolah pada September mendatang. 
Melansir Daily Telegraph, Duke dan Duchess of Sussex beserta anak-anak mereka bakal menetap di sebuah hunian privat di luar kawasan Istana Kerajaan. Properti tersebut diperkirakan berlokasi di luar area London. Meski demikian, mereka tetap mempertahankan properti miliknya di Montecito, California, serta hunian mereka di Portugal. 
 
Kabar kepulangan pasangan ini telah disampaikan kepada Raja Charles III. Keputusan tersebut diambil usai Pangeran Harry dan Meghan menggelar pertemuan pribadi bersama sang raja di Highgrove, Gloucestershire, bulan lalu. Raja Charles menyambut baik rencana tersebut. Walau begitu, kepindahan ini tidak mengubah status Harry dan Meghan sebagai warga biasa tanpa tugas resmi kerajaan. 

Tantangan Isu Keamanan 

Isu keamanan menjadi fokus utama Pangeran Harry saat hendak bertolak ke Inggris. Statusnya sebagai warga biasa dinilai menciptakan kerentanan pada pengawalan dirinya dan keluarga. Masalah keamanan ini pula yang menjadi alasan Harry tidak membawa anak-anaknya saat berjelajah ke London bulan lalu. 
 
Hingga kini, skema pengamanan bagi keluarga Sussex belum diungkapkan kepada publik. Harry pernah menyatakan tidak merasa aman membawa keluarganya tanpa perlindungan dari kepolisian.

Hal itu berujung pada perselisihan hukum antara dirinya dan Komite Eksekutif untuk Perlindungan Tokoh Kerajaan dan Publik (RAVEC).  Perselisihan tersebut bermula ketika Pangeran Harry dan Meghan Markle memutuskan mundur dari anggota aktif kerajaan pada Maret 2020.
 
Kala itu, RAVEC memutuskan bahwa Harry tidak lagi berhak mendapatkan pengawalan kepolisian yang dibiayai oleh dana pembayar pajak Inggris.Harry lantas mengajukan peninjauan kembali atas aturan tersebut. Tim hukumnya menilai pengawal pribadi dari AS tidak memiliki akses intelijen dan yurisdiksi di wilayah Inggris.
 
Kendati Harry sempat menawarkan diri untuk membiayai pengawalan polisi secara mandiri, Kementerian Dalam Negeri Inggris menolak tegas dan menegaskan bahwa layanan pengamanan kepolisian tidak bisa dibeli.
 
Selain isu keamanan, Pangeran Harry juga sempat mengajukan gugatan terhadap media Associated Newspapers Ltd (penerbit Daily Mail) di London terkait dugaan pelanggaran privasi dan pengumpulan informasi secara ilegal. Namun, seluruh klaim gugatan tersebut ditolak oleh hakim.
 
Selama berdomisili di Amerika Serikat, pasangan Sussex menjalin berbagai kontrak media komersial. Mereka menandatangani kontrak bernilai tinggi dengan Netflix untuk produksi film dan acara televisi multi-tahun, termasuk membintangi serial dokumenter With Love, Meghan yang mengulas gaya hidup sang Duchess.
 
Selain Netflix, mereka sempat menandatangani kontrak penyiaran siniar (podcast) dengan Spotify bernilai sekitar US$20 juta. Namun, kerja sama tersebut berakhir lebih cepat setelah hanya merilis 12 episode.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA