Rapper Inggris Ghetts (Foto: Instagram/therealghetts)
Rapper Inggris Ghetts (Foto: Instagram/therealghetts)

Tabrak Mahasiswa Hingga Tewas, Rapper Inggris Ghetts Divonis 12 Tahun Penjara

Rafi Alvirtyantoro • 05 Maret 2026 15:16
Ringkasnya gini..
  • Rapper Inggris Ghetts resmi dijatuhi hukuman 12 tahun penjara setelah terbukti menabrak lari seorang mahasiswa hingga tewas di London.
  • Pelantun lagu "Skengman" ini diketahui mengemudi mabuk, menerobos enam lampu merah, dan memacu kendaraan hingga 112 km/jam saat kejadian.
  • Meski pernah memenangkan MOBO Awards, Ghetts memiliki 27 catatan pelanggaran hukum sejak usia muda sebelum insiden maut yang menewaskan Yubin Tamang.
Jakarta: Rapper asal Inggris, Ghetts, dijatuhi hukuman penjara selama 12 tahun setelah terbukti menabrak seorang mahasiswa hingga tewas. Saat kejadian, ia diketahui mengemudi dengan kecepatan tinggi di bawah pengaruh alkohol.
 
Rapper bernama asli Justin Clarke-Samuel ini melarikan diri setelah mobil BMW yang dikendarainya menghantam Yubin Tamang, seorang warga negara Nepal berusia 20 tahun, di London, Inggris, pada 18 Oktober 2025.
 
Di pengadilan, Ghetts mengakui dakwaan atas pengemudian yang membahayakan serta kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.  

Kesedihan Keluarga Korban

Ibu korban, Sharmila Tamang, mencurahkan kesedihannya sambil menangis terisak. Ia mengatakan bahwa sang anak memilih Inggris sebagai tempat untuk menuntut ilmu.

“Putra saya (Yubin Tamang) datang ke sini untuk menuntut ilmu, namun karena kesalahan seseorang, ia harus kehilangan nyawa di usia yang sangat muda,” ungkap Sharmila Tamang, dikutip dari The Guardian pada Kamis, 5 Maret 2026.
 
“Yubin adalah anak tunggal kami. Ia memilih Inggris karena yakin di sinilah tempat menempuh pendidikan terbaik di dunia. Namun, ia justru kehilangan nyawa dalam perjalanan pulang kerja,” lanjutnya.
 
Teman sekamar korban, Sushant Khadka, melalui pernyataan yang dibacakan di pengadilan, menyebut Yubin sebagai sosok penuh mimpi dan ambisi besar untuk masa depan.
 
Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa yang penuh harapan, tetapi juga meninggalkan dampak emosional permanen bagi orang-orang di sekitarnya.  

Kronologi Pelanggaran Lalu Lintas

Dalam sidang vonis yang disiarkan televisi, Hakim Senior Old Bailey, Mark Lucraft KC, menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Ghetts dan mencabut izin mengemudinya selama 17 tahun. Hakim menyebut rekaman CCTV menunjukkan serangkaian pelanggaran lalu lintas yang "mengerikan" dan "sangat mengejutkan" sebelum tabrakan maut terjadi.
 
Jaksa Penuntut Umum, Philip McGhee, memaparkan bahwa Ghetts sempat mengonsumsi minuman beralkohol di Omi Lounge, London, pada Sabtu malam, 18 Oktober 2025. Kadar alkohol dalam darahnya diketahui melampaui batas legal sebesar 1,5 kali lipat.
 
Ghetts memacu kendaraannya hingga kecepatan lebih dari 112 km/jam sebelum kecelakaan. Pengadilan mengungkap bahwa terdakwa sempat menerobos enam lampu merah, berulang kali masuk ke jalur berlawanan, hingga menabrak trotoar.
 
Pelantun lagu “Skengman” itu juga sempat bersenggolan dengan seorang pengendara motor dan sebuah mobil Mercedes.

Detik-Detik Kecelakaan dan Penangkapan

Saat menghantam Yubin Tamang yang sedang menyeberang di Redbridge Lane, Ilford, pukul 23.33 waktu setempat, Ghetts memacu kendaraannya pada kecepatan 107 km/jam di zona yang seharusnya berbatas maksimal 48 km/jam. Alih-alih berhenti atau menghubungi layanan darurat, ia justru memacu mobilnya sejauh 12 kilometer menuju rumah. Yubin Tamang dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit dua hari kemudian.
 
Polisi mendatangi kediaman Ghetts pada dini hari berikutnya dan mencium aroma alkohol dari napasnya sebelum melakukan penangkapan. Petugas juga menemukan mobil BMW hitam miliknya dalam kondisi rusak berat.
 
Ghetts sempat berkilah bahwa ia mengemudi secara ugal-ugalan karena merasa diikuti oleh orang asing. Namun, rekaman CCTV tidak menunjukkan adanya bukti pengejaran.
 
Kuasa hukum Ghetts berargumen bahwa ketakutan tersebut dipicu oleh trauma masa lalu saat kliennya pernah dirampok di bawah todongan senjata api.  

Rekam Jejak Kriminal dan Karier Musik

Ghetts, yang merupakan ayah dari dua anak, tercatat memiliki 12 catatan kriminal sebelumnya dengan total 27 pelanggaran sejak usia 16 tahun, termasuk kasus perampokan dan pelanggaran lalu lintas berat.
 
Meski demikian, hakim mempertimbangkan "penyesalan tulus" dari Ghetts serta surat dukungan—termasuk dari pasangannya—yang menceritakan upaya Ghetts menggunakan karier musiknya untuk memberikan dampak positif bagi komunitas.
 
Ghetts dikenal sebagai rapper dan penulis lagu yang pernah berkolaborasi dengan bintang besar seperti Skepta, Stormzy, hingga Ed Sheeran. Ia juga tercatat beberapa kali tampil di festival musik bergengsi Glastonbury, terakhir pada 2024.
 
Sepanjang kariernya, Ghetts pernah meraih penghargaan Best Male Act di MOBO Awards 2021 dan Pioneer Award pada 2024.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA