Berdasarkan dokumen pengadilan di Massachusetts yang diperoleh The Bulwark, Clavicular resmi didakwa atas tuduhan pemerkosaan, pemberian obat bius untuk tujuan kekerasan seksual, serta penyediaan minuman beralkohol kepada anak di bawah umur.
Dakwaan tersebut diajukan oleh jaksa penuntut di Pengadilan Cape Cod pada 8 September 2026, terkait dugaan insiden pada 23 Mei 2025. Clavicular dijadwalkan menjalani sidang pembacaan dakwaan pada 14 Oktober 2026.
Gugatan Perdata Korban
Meski The Bulwark belum dapat mengakses berkas perkara lebih lanjut, kronologi kasus pidana ini tampak sejalan dengan gugatan perdata yang dilayangkan terhadap sang streamer di Florida pada April 2026.
CBS 4 Miami melaporkan bahwa Alorah Ziva—perempuan 18 tahun bernama asli Aleksandra Vasilevna Mendoza—menggugat Clavicular atas tuduhan penganiayaan, penipuan, dan pelecehan seksual.
Dalam berkas gugatannya, Aleksandra mengklaim bahwa Clavicular menyuntikkan Aqualyx—cairan penghancur lemak yang belum mengantongi izin BPOM AS (FDA)—ke tubuhnya tanpa persetujuan saat sedang melakukan siaran langsung (livestream) pada 2025.
Gugatan itu juga menyebutkan bahwa Clavicular melakukan kekerasan seksual di rumah orang tuanya di Cape Cod ketika korban, yang mengaku masih di bawah umur saat kejadian, sedang dalam keadaan mabuk. Sementara itu, pihak Clavicular telah mengajukan permohonan penolakan terhadap beberapa poin dalam gugatan perdata tersebut pada Juli 2026.
Bantahan Pihak Clavicular
Menanggapi laporan The Bulwark, perwakilan Clavicular mengaku belum menerima surat panggilan resmi secara fisik. Ia menyebut media tersebut hanya membesar-besarkan kasus hukum terkait.
“Seperti biasa, The Bulwark berlebihan membesar-besarkan status kasus ini demi mendongkrak traffic,” ungkap perwakilan Clavicular, dikutip dari The Hollywood Reporter, pada Selasa, 22 September 2026.
Clavicular diketahui telah mengunggah sebuah surat ke platform X yang diklaimnya berasal dari Mendoza setelah insiden tersebut. Surat itu berisi ucapan terima kasih karena Clavicular dianggap “sangat membantu”. Ia juga membagikan video yang memperlihatkan Mendoza menyebut prosedur suntik Aqualyx sebagai hal yang “seru”, seraya mengutarakan bahwa Peters “sangat baik” dan langsung “memesankan Uber untuk pulang”.
“Niat banget cari perhatian sampai layangkan gugatan hukum? Kekanak-kanakan sekali,” tulis Clavicular dalam unggahannya di X.
Jika terbukti bersalah dalam kasus ini, Clavicular terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun atas dakwaan pemerkosaan.
Trying to get my attention in anyway possible, a lawsuit? Seriously… really petty of you. pic.twitter.com/CGwaU17BY4 pic.twitter.com/0nl0OHXM36
— Clavicular (@clavicular) September 22, 2026
Rekam Jejak Kasus Hukum Lainnya
Sebagai informasi, ini bukan kali pertama sang streamer berurusan dengan hukum. Pada April lalu, Clavicular didakwa atas penggunaan senjata api secara ilegal setelah terekam menembak seekor aligator di Florida Everglades.
Saat itu, kuasa hukum Peters, Jeffrey Neiman, bergeming bahwa kliennya hanya “mengikuti arahan dari pemandu perahu motor berizin”. Ia menegaskan bahwa Peters sepenuhnya “mengandalkan panduan tersebut” dan “tidak ada manusia maupun satwa yang dirugikan”.
Pada awal tahun 2026, Clavicular juga sempat dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan overdosis saat melakukan siaran langsung pada April lalu. Setelah diperbolehkan pulang keesokan harinya, ia mengungkap alasannya menggunakan obat-obatan dan membagikan kondisi terbarunya.
“Baru sampai rumah, rasanya berat sekali. Semua zat ini cuma cara pelarian supaya bisa merasa normal di depan umum, tapi jelas ini bukan solusi. Bagian terburuk malam ini adalah wajah saya yang jadi terlihat aneh akibat bekas masker alat bantu napas,” tulis Clavicular.