Film Istimewa (Foto: instagram)
Film Istimewa (Foto: instagram)

Sinopsis Film Istimewa, Bawa Kisah Anak-Anak Disabilitas ke Layar Lebar

Elang Riki Yanuar • 17 September 2026 19:00
Ringkasnya gini..
  • Film Istimewa mengikuti Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul mencari sosok Ayah yang tiba-tiba pergi dari Rumah Istimewa.
  • Istimewa mengangkat kisah anak-anak penyandang disabilitas tentang keluarga, keberanian, persahabatan, kehilangan, dan penerimaan.
  • Film Istimewa membawa komitmen membangun Rumah Singgah di setiap provinsi jika berhasil mencapai satu juta penonton.
Jakarta: Film Istimewa resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Film produksi Kairos Pictures ini mengangkat kisah anak-anak penyandang disabilitas melalui cerita tentang keluarga, persahabatan, kehilangan, keberanian, dan penerimaan.

Disutradarai Ruben Adrian dan diproduseri Abdullah Mansuri, Istimewa menghadirkan sejumlah pemeran penyandang disabilitas sebagai karakter utama. 

Sinopsis Film Istimewa

Cerita berpusat pada kehidupan Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul yang tinggal bersama di Rumah Istimewa. Kelima karakter tersebut menjalani keseharian dengan berbagai cerita, mimpi, dan hubungan yang terbentuk di Rumah Istimewa. Bagi mereka, tempat tersebut bukan sekadar rumah, tetapi juga ruang untuk tumbuh dan menemukan sosok keluarga.

Kehidupan mereka kemudian berubah ketika Pak Mahendra, sosok yang mereka panggil Ayah, tiba-tiba tidak lagi bersama mereka. Kepergian tersebut membuat Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul memutuskan untuk mencari sosok yang selama ini menjadi tempat mereka pulang.
 
Pencarian itu membawa kelima anak tersebut keluar dari lingkungan yang selama ini mereka kenal. Mereka harus berhadapan dengan berbagai pengalaman baru sekaligus menghadapi rasa takut kehilangan seseorang yang memiliki arti besar dalam kehidupan mereka.

Perjalanan tersebut juga menjadi bagian penting dalam perkembangan masing-masing karakter. Di tengah pencarian Ayah, mereka belajar mengenai keberanian, persahabatan, kasih sayang, serta arti keluarga yang tidak selalu terbatas pada hubungan darah.

Film Istimewa berusaha memperlihatkan kehidupan, keinginan, kemampuan, dan hubungan sosial para tokohnya sebagai manusia yang memiliki mimpi dan kebutuhan untuk diterima.

Ruben Adrian mengatakan kedekatan penonton dengan karakter menjadi salah satu hal yang ingin dibangun melalui film tersebut. Dia berharap penonton dapat melihat para tokoh melalui kisah yang mereka jalani, bukan hanya melalui kondisi mereka.

“Kami ingin penonton mengenal mereka lewat ceritanya. Bukan hanya melihat kondisi mereka, tetapi melihat mimpi, keberanian, persahabatan, dan keluarga yang mereka perjuangkan. Pada akhirnya, banyak hal yang mereka rasakan juga dekat dengan kehidupan kita semua,” ujar Ruben Adrian.

Selain menghadirkan cerita keluarga, Istimewa membawa misi untuk memperluas ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas. Abdullah Mansuri bahkan menyiapkan sebuah komitmen yang berkaitan dengan keberlanjutan dukungan bagi mereka.

“Buat saya, Istimewa bukan hanya tentang membuat sebuah film, tapi bagaimana kita bisa terus memberikan ruang bagi teman-teman Istimewa untuk tumbuh, berkarya, dan punya tempat yang aman untuk pulang," kata Abdullah Mansuri.
 

"Karena itu, saya punya janji. Kalau Istimewa bisa mencapai satu juta penonton, saya ingin membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi di Indonesia. Saya ingin film ini tidak berhenti sebagai cerita yang kita tonton, tetapi bisa menjadi langkah untuk menghadirkan ruang nyata bagi mereka,” ujar Abdullah Mansuri, Produser Istimewa.

Dari sisi pemain, Istimewa menghadirkan Mathias Muchus sebagai Pak Mahendra. Dia beradu akting dengan Yanni Melwani, Zulfadli Aldiansyah, Bambang Ceper, Rein, Niatus Sholihah, Salsabila Bella, Maxime Mustofa, Ajil Ditto, Agus Kuncoro, Ence Bagus, Komo Ricky, serta sejumlah pemain lainnya.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA