Cinta Laura (Foto: Instagram/claurakiehl)
Cinta Laura (Foto: Instagram/claurakiehl)

Viral Pasien BPJS Meninggal, Cinta Laura Minta Nakes Terlibat Ditindak Tegas

Rafi Alvirtyantoro • 05 Agustus 2026 21:11
Ringkasnya gini..
  • Cinta Laura menyoroti kontroversi layanan BPJS dan meminta transparansi serta akuntabilitas atas dugaan diskriminasi pasien.
  • Cinta Laura menilai masalah utama bukan mencari siapa salah, melainkan membenahi krisis kepercayaan terhadap pelayanan pasien BPJS.
  • Menanggapi kasus pasien BPJS yang viral, Cinta Laura menegaskan layanan kesehatan harus adil tanpa membedakan jenis asuransi.
Jakarta: Aktris Cinta Laura memberikan tanggapan mengenai kontroversi pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang ramai diperbincangkan di media sosial.
 
Cinta Laura menilai publik terlalu sering terjebak dalam perdebatan instan mengenai siapa yang salah atau benar saat suatu kasus medis menjadi viral.
 
Menurutnya, fokus utama seharusnya diarahkan pada alasan di balik munculnya persepsi bahwa pasien BPJS kerap ditelantarkan atau didiskriminasi.

"Pertanyaan yang sebenarnya lebih penting adalah: kenapa begitu banyak orang Indonesia, termasuk tenaga kesehatan, sering merasa bahwa pasien BPJS layak ditelantarkan hanya karena menggunakan BPJS?" tulis Cinta Laura dalam keterangan unggahannya di Instagram @claurakiehl, pada Rabu, 5 Agustus 2026.  

Akar Masalah dan Krisis Kepercayaan Publik

Cinta Laura menyampaikan bahwa ketidakpercayaan masyarakat terhadap pelayanan medis tidak terjadi secara mendadak.
 
"Ini terbentuk dari cerita-cerita yang terus bermunculan selama bertahun-tahun (ada yang terverifikasi, ada yang tidak) tentang pasien dan keluarganya yang merasa diabaikan di saat mereka paling membutuhkan pertolongan," tulisnya.
 
Kontroversi ini sendiri mencuat ke publik setelah seorang pasien mengaku harus menunggu selama delapan jam di rumah sakit tanpa mendapatkan ruang rawat inap karena menggunakan layanan BPJS. Unggahan kisah tersebut justru direspons dengan komentar sinis dan minim empati oleh sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes) di platform Threads.
 
Tak lama berselang, pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia. Peristiwa ini tersulut menjadi kemarahan publik yang mendesak penjatuhan sanksi etik tegas bagi para nakes yang terlibat.

Desakan Transparansi dan Akuntabilitas

Menanggapi kejadian tersebut, Cinta Laura meminta agar pihak-pihak yang bertanggung jawab ditindak secara tegas.
 
"Kalau tuduhan dalam kasus ini terbukti benar, maka mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," tulis Cinta Laura.
 
Ia menekankan bahwa masyarakat berhak mendapatkan transparansi penuh atas penanganan kasus tersebut.
 
"Apa pun hasil akhirnya, publik tetap berhak mendapatkan transparansi," lanjutnya.  

Kesetaraan Hak Akses Layanan Kesehatan

Dalam pernyataannya, Cinta Laura menegaskan bahwa layanan kesehatan bukanlah hak istimewa yang hanya diperuntukkan bagi kelompok mampu.
 
"Layanan kesehatan bukanlah hak istimewa bagi mereka yang mampu membayar lebih. Martabat, empati, dan pelayanan medis yang tepat waktu seharusnya TIDAK pernah bergantung pada apakah seseorang membawa kartu BPJS atau asuransi swasta," tulisnya.
 
Ia menutup tanggapannya dengan menegaskan kembali pentingnya rasa aman dan keadilan bagi setiap warga negara saat mengakses fasilitas kesehatan.
 
"Pasien ini, dan setiap keluarga di Indonesia, berhak mendapatkan jawaban, akuntabilitas, dan sistem kesehatan yang benar-benar bisa mereka percaya," pungkas Cinta.
 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA