Peristiwa ini terjadi saat Fiersa dan keluarganya bersiap melanjutkan perjalanan liburan ke Yogyakarta, tak lama setelah ia tampil manggung di Jakarta. Namun, rencana tersebut berubah menjadi pengalaman pahit ketika rombongan mereka ditabrak mobil dari belakang saat tengah menurunkan barang dari bagasi taksi di area Stasiun Gambir.
Fiersa pun sempat dibuat geram oleh sang penabrak yang dianggap menyepelekan kejadian tersebut dengan langsung menawarkan uang damai senilai Rp200 ribu.
Akibat kejadian tersebut, bukan hanya kondisi fisik sang istri yang terdampak, tetapi juga kerugian materi dan nonmateri yang dialami karena dirinya terpaksa membatalkan agenda liburan yang telah direncanakan.
Melalui unggahan Instagram Story di akun pribadinya, Fiersa membagikan sejumlah bukti kerugian yang harus ia tanggung akibat kejadian tersebut.
“‘200 ribu’ cenah. Coba tambahkan sendiri saja, belum ditambah kerugian beberapa bulan ke depan karena nggak bisa beraktivitas normal,” tulis Fiersa Besari pada Minggu malam, 4 Januari 2026.

Berdasarkan unggahan tersebut, kerugian yang dialami Fiersa terbilang signifikan. Mulai dari biaya penginapan hotel yang sudah dipesan dan tidak dapat dikembalikan (non-refund) senilai Rp3.636.400, tiket kereta api rute Gambir–Yogyakarta yang hangus sebesar Rp1.504.500, hingga biaya pengobatan medis Aqia yang mencapai nilai sebesar Rp2.252.006.
Jika dijumlahkan, total kerugian materi Fiersa Besari akibat kasus penabrakan pengendara pria paru baya yang lalai tersebut setara dengan Rp7 juta. Kerugian ini sendiri belum termasuk dengan kerugian non materi yang dialami oleh sang istri yang terpaksa harus menjalani proses recovery dan kegiatan produktivitas sehari-seharinya bakal terganggu.
Jika ditotal, kerugian materi yang dialami Fiersa Besari mencapai sekitar Rp7 juta. Angka tersebut belum termasuk kerugian nonmateri, mengingat Aqia harus menjalani masa pemulihan dan terpaksa menghentikan sementara aktivitas produktifnya sehari-hari.
Sebelumnya, Fiersa sempat melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian. Namun, setelah melalui pertimbangan panjang bersama sang istri dan manajernya, ia memutuskan untuk mencabut laporan tersebut.
Salah satu alasan utama pencabutan laporan tersebut adalah kondisi ekonomi sang pengendara yang dinilai bukan berasal dari kalangan berada. Menurutnya, sanksi tilang dari aparat kepolisian sudah cukup sebagai bentuk penegakan hukum.
Meski demikian, pelantun hits "Celengan Rindu" itu menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berarti dirinya dan keluarga memaafkan peristiwa yang terjadi.
"Pencabutan laporan, bukan berarti memaafkan karena perihal keikhlasan, bukan paksaan," tegas Fiersa Besari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News