James F. Sundah (Foto: dok. James F. Sundah)
James F. Sundah (Foto: dok. James F. Sundah)

James F. Sundah Meninggal, Keluarga Ikhlas Melepas

Basuki Rachmat • 08 Mei 2026 16:20
Ringkasnya gini..
  • James F. Sundah meninggal di usia 70 tahun di New York usai berjuang melawan kanker paru-paru sejak 2024.
  • Kepergian James F. Sundah meninggalkan duka besar bagi musik Indonesia lewat karya legendaris lintas generasi.
  • Komposer Lilin-Lilin Kecil, James F. Sundah, wafat setelah menerima Lifetime Achievement Award AMI 2025.
Jakarta: Kabar duka datang dari kancah musik Tanah Air. Musisi sekaligus komposer legendaris James Freddy Sundah meninggal dunia pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 pagi waktu New York, Amerika Serikat. 
 
Pihak keluarga pun menonfirmasi bahwa James F. Sundah tutup usia di umur 70 tahun dalam keadaan di kelilingi cinta oleh keluarga terdekat.
 
"Dengan penuh rasa duka cita, kami menyampaikan kabar telah berpulangnya James Freddy Sundah pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 AM waktu New York (EST), dalam usia 70 tahun, dikelilingi oleh istri, anak, dan keluarganya tercinta," tulis pihak keluarga dalam pernyataan resmi yang diterima Medcom.id pada Jumat, 8 Mei 2026.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa akan ada rangkaian acara penghormatan terakhir yaitu Ibadah Penghiburan pada Minggu, 10 Mei 2026 di Schwartz Brothers Memorial Chapel, New York, Amerika Serikat.
 
Sementara itu, Ibadah Pelepasan dan Pemakaman akan digelar pada Senin, 11 Mei 2026 di St. John Cemetery, New York.
Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi dunia musik Indonesia. Sepanjang hidupnya, James F. Sundah dikenal sebagai salah seorang komposer, penulis lagu, produser, dan arranger paling berpengaruh dalam sejarah musik populer Indonesia modern. Karya-karyanya telah melintasi generasi dan menjadi bagian penting dari perjalanan industri musik Tanah Air sejak era 1970-an.

Profil James F. Sundah

Lahir pada 1 Desember 1955, James F. Sundah mengawali kiprahnya sebagai musisi dan kemudian berkembang menjadi sosok kreatif di balik banyak lagu populer Indonesia. Namanya dikenal luas melalui karya-karya yang dinyanyikan sejumlah penyanyi besar Indonesia, dengan karakter komposisi dan lirik yang kuat, menggugah, melodius, emosional, dan kaya sentuhan musikal modern.
 
Beberapa karya monumentalnya antara lain "Lilin-Lilin Kecil", "September Ceria", "Ironi", "Astaga", hingga "When You Came Into My Life" yang ia ciptakan bersama Titiek Puspa, Klaus Meine, dan Rudolf Schenker dari Scorpions. 
 
“Lilin-Lilin Kecil” yang dirilis pertama kali pada 1977 masuk ke dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia⁠ pada 2009.
 
Sebagai pencipta lagu, James F. Sundah dikenal menghasilkan banyak karya abadi yang dinyanyikan oleh berbagai musisi lintas generasi. Para penyanyi besar pernah menyanyikan karya-karyanya, mulai dari Chrisye, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Titi DJ, Nicky Astria, Sheila Majid, hingga Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca. 
Ia juga memiliki reputasi tinggi sebagai produser dan arranger yang membantu membentuk kualitas artistik banyak rekaman penting dalam industri musik nasional.

Berjuang Melawan Kanker Paru-Paru

James berjuang keras tanpa kenal lelah melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak 2024 dengan selalu ditemani oleh sang istri, Lia Sundah-Suntoso, seorang pengacara imigrasi. Pada 15 Oktober 2025 silam, ia merilis karya terakhirnya, Seribu Tahun Cahaya, yang dinyanyikan oleh Claudia Emmanuela Santoso dan ia persembahkan khusus bagi istri tercinta. Sebulan kemudian, James F. Sundah menerima penghargaan Lifetime Achievement Award dari Anugerah Musik Indonesia 2025.
 
Sejak akhir dekade 90-an, James dan keluarga telah bermukim di New York City, AS, namun tetap intens berkarya dan mengamati perkembangan industri musik dalam negeri hingga akhir hayatnya. Hanya selang satu hari sebelum kepergiannya, ditemani sang istri, James yang mengenakan kursi roda masih sempat berkeliling area sekitar rumahnya, singgah di taman hingga memakan es krim.
 
Dedikasinya terhadap musik membuat beliau dihormati tidak hanya sebagai pencipta lagu, tetapi juga sebagai mentor dan pejuang penegakkan hak cipta dalam perkembangan ekosistem musik Indonesia. 
 
Sosoknya pun dikenang sebagai pribadi hangat, intelektual, rendah hati, menggemari teknologi, serta memiliki kecintaan besar terhadap seni dan kemanusiaan.
 
Warisan musikal James F. Sundah akan terus hidup melalui karya-karya yang telah menjadi soundtrack kehidupan banyak orang Indonesia selama puluhan tahun.
 

 

 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA