Supergirl (Foto: Instagram @supergirl)
Supergirl (Foto: Instagram @supergirl)

Supergirl Melempem di Bioskop, Warner Bros. Terancam Rugi Rp2 Triliun

Basuki Rachmat • 01 Juli 2026 15:22
Ringkasnya gini..
  • Supergirl membuka penayangan dengan box office lesu dan terancam rugi hingga Rp2,1 triliun meski menelan biaya produksi besar.
  • Debut Supergirl mengecewakan DC Studios, hanya meraih Rp1,12 triliun di akhir pekan perdana di tengah ketatnya persaingan film musim panas.
  • Analis menilai minimnya daya tarik karakter Supergirl menjadi penyebab film Warner Bros. gagal mencuri perhatian penonton global.
Jakarta: Film superhero terbaru DC Studios, Supergirl, memulai penayangannya dengan hasil yang jauh dari harapan. Film produksi Warner Bros. yang ditulis Ana Nogueira dan disutradarai Craig Gillespie itu mencatat pembukaan box office yang lesu, sehingga memunculkan kekhawatiran bakal menelan kerugian hingga triliunan rupiah.
 
Berdasarkan laporan Variety pada Senin, 29 Juli 2026, Supergirl hanya mampu meraup pendapatan sebesar USD37,1 juta (senilai Rp665,8 miliar) di Amerika Utara dan USD25,5 juta (senilai Rp457,6 miliar) dari pasar internasional. 
 
Secara keseluruhan, film tersebut mengumpulkan USD62,6 juta (Rp1,12 triliun) pada akhir pekan perdananya di box office global.

Perolehan itu dinilai menjadi awal yang mengecewakan bagi semesta baru DC Universe yang kini berada di bawah kepemimpinan James Gunn. Apalagi, Supergirl diproduksi dengan anggaran mencapai USD170 juta atau sekitar Rp3 triliun.
 
Tak hanya biaya produksi, Warner Bros. juga dikabarkan menggelontorkan dana promosi sekitar USD120 juta (senilai Rp2,15 triliun) untuk memasarkan film tersebut ke seluruh dunia.

Dibayangi Persaingan Film Musim Panas

Lemahnya performa pada pekan perdana membuat perjalanan Supergirl diperkirakan semakin berat. Film ini harus menghadapi gelombang film-film besar yang dijadwalkan tayang sepanjang musim panas, sehingga berpotensi mengurangi jumlah layar bioskop yang tersedia.
 
Beberapa judul yang akan meramaikan bioskop dalam waktu dekat antara lain Minions & Monsters produksi Universal pada 30 Juni, versi live-action Moana dari Disney pada 10 Juli, The Odyssey garapan Christopher Nolan pada 17 Juli, serta Spider-Man: Brand New Day yang dijadwalkan tayang pada 31 Juli.
 
Analis box office dari Exhibitor Relations, Jeff Bock, menilai tantangan terbesar Supergirl bukan hanya berasal dari persaingan film-film blockbuster, tetapi juga dari minimnya daya tarik karakter tersebut di mata publik.
 
"Ini selalu menjadi rintangan yang sulit bagi DC dan Warner Bros. karena Supergirl bukanlah karakter yang pernah menciptakan film blockbuster tingkat peristiwa," ujar Bock.
 
"Persepsi penonton terhadap Supergirl tidak bagus. Ini hanyalah kasus di mana film tersebut tidak cukup bagus untuk menjadi sebuah peristiwa besar," lanjutnya.

Terancam Rugi Hingga Rp2 Triliun

Menurut Variety, film dengan skala produksi seperti Supergirl setidaknya harus mengumpulkan sekitar USD375 juta (senilai Rp6,73 triliun) di box office global agar dapat mencapai titik impas, mengingat sebagian pendapatan tiket akan menjadi bagian jaringan bioskop.
 
Meski demikian, salah satu sumber yang terlibat dalam proyek tersebut memperkirakan titik impas sebenarnya berada di kisaran USD300 juta (setara Rp5,3 triliun).
 
Saat ini, Supergirl diproyeksikan hanya mampu meraih sekitar USD100 juta di pasar domestik dan total USD200–210 juta secara global. Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, Warner Bros. diperkirakan harus menanggung kerugian sekitar USD100–120 juta, atau setara Rp1,7 hingga Rp2,1 triliun (dengan asumsi kurs USD1 = Rp17.901).
 
Namun, apabila Supergirl gagal mencapai angka tersebut sebelum turun dari bioskop, kerugian yang harus ditanggung Warner Bros. dipastikan akan semakin besar.
 
Apabila prediksi itu benar terjadi, film Supergirl akan menjadi kegagalan komersial terbesar kedua Warner Bros. sepanjang 2026 setelah The Bride!, yang hanya mampu meraup USD23 juta (senilai Rp412 miliar) di box office dunia meski diproduksi dengan anggaran sekitar USD90 juta (senilai Rp1,61 triliun).
 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA